BERTUAHPOS.COM — Duta Besar Amerika Serikat untuk China, David Perdue, menyatakan Presiden Donald Trump menawarkan penjualan senjata ke China kepada Presiden Xi Jinping saat menjamu pemimpin Tiongkok itu di Washington pekan lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan Perdue dalam wawancara dengan Fox News pada 27 September 2026. Namun, hal itu langsung dibantah oleh pemerintah AS sendiri.
Perdue menjelaskan bahwa tawaran itu berangkat dari kebiasaan Trump menawarkan persenjataan Amerika kepada banyak negara. Trump bahkan menanyakan langsung kepada Xi jika memang berminat untuk membeli senjata.
“Presiden Trump terus mengatakan, hei, kami menjual senjata kepada orang lain di seluruh dunia. Dia bahkan pernah bertanya kepada Presiden Xi, apakah dia ingin membeli beberapa senjata,” kata Perdue dikutip dari The Guardian, Selasa (29/9/2026)
Klaim itu muncul dalam wawancara yang membahas kebijakan AS terhadap Taiwan. Setelah wawancara tersebut, Gedung Putih menyampaikan kepada New York Times bahwa AS tidak memiliki rencana menjual senjata ke China. Sikap yang sama juga disampaikan oleh Departemen Luar Negeri AS.
“Hukum AS melarang penjualan senjata ke China dan tidak ada tawaran atau rencana untuk menjual senjata ke China,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri.
China bukan negara pembeli senjata, apalagi bergantung pada pasokan senjata dari asing seperti banyak negara pada umumnya. Bahkan, China merupakan salah satu negara pengekspor senjata.
Namun, sebagian besar senjata yang masih diimpor China berasal dari Rusia, bukan dari AS. Tapi, volumenya menyusut seiring kemajuan kapasitas manufaktur militer China sendiri.
Data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menunjukkan impor senjata China turun 72 persen pada 2021–2025 dibandingkan lima tahun sebelumnya.
Isu Taiwan menjadi latar utama pertemuan kedua pemimpin. Dalam pertemuan di Washington, Xi mendesak Trump menentang “kemerdekaan Taiwan”, menurut kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua.
Saat ertemuan di Beijing pada Mei lalu, Trump sempat mengutarakan bahwa AS telah menunda paket senjata US$14 miliar untuk Taiwan. Ia menyebutnya sebagai “alat tawar-menawar yang sangat baik.”
Tapi, Undang-Undang Hubungan Taiwan yang berlaku selama beberapa dekade mewajibkan Washington menyediakan peralatan militer yang cukup bagi Taipei untuk mempertahankan diri.
Beijing berulang kali menyatakan “dengan tegas menentang” penjualan senjata AS ke Taiwan, yang dianggapnya provinsi yang memisahkan diri.
Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan, Chen Ming-chi, menilai tekanan militer dari China terus meningkat. Ia berbicara kepada wartawan di Taipei sebelum wawancara Perdue.
“Taiwan menghadapi situasi yang berat di Selat Taiwan. Meskipun ekonomi China sedang menurun, mereka terus menginvestasikan lebih banyak sumber daya untuk membangun kapasitas militer. Dalam konteks ini, AS sangat memahami kebutuhan pertahanan kami,” ujar Chen.
Trump belum menyinggung soal penjualan senjata itu sejak pertemuan puncak tersebut. Pada Sabtu, ia hanya mengatakan bahwa Xi memahami posisinya mengenai Taiwan.
Perdue sebelumnya mengatakan kepada CNBC pada Jumat bahwa tidak ada perubahan dalam kebijakan Taiwan Trump, termasuk soal penjualan senjata.









