BERTUAHPOS — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak khawatir dengan latihan militer yang digelar China di sekitar Taiwan, karena dia merasa punya hubungan baik dengan Presiden China, Xi Jinping.
Namun, menurut berita yang terbit di The Guardian, Trump belum menerima penjelasan apapun terkait operasi militer itu—di tengah latihan besar-besaran Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) selama dua hari yang diberi nama “Misi Keadilan 2025”.
Latihan tersebut mencakup simulasi serangan mendadak dan blokade di wilayah sekitar Taiwan. Pemerintah China telah mengonfirmasi bahwa 27 rudal dari tentara China sudah ditembakkan dari wilayah pantai menuju perairan dekat Taiwan pada Selasa pagi, 30 Desember 2022.
Selain itu, terdeteksi sedikitnya 70 pesawat tempur, 11 kapal perang, dan 14 kapal penjaga pantai China yang ikut dikerahkan sejak pukul 6 pagi. Pihak berwenang di Taiwan mengakui, rudal-rudal itu terbang rendah dibanding latihan sebelumnya.
Sejumlah rudal bahkan dilaporkan jatuh hingga radius 24 mil di laut dari wilayah batas Taiwan, sementara lebih dari 13 kapal China terdeteksi masuk ke zona larangan.
Namun, Trump sekali lagi menegaskan bahwa ia “percaya dengan Xi Jinping, dan tidak akan melakukan langkah ekstrem.”
“Saya melihatnya, tetapi saya tidak percaya dia akan melakukannya. Tidak ada yang membuat saya khawatir,” katanya.
Pernyataan Donald Trump berbanding terbalik dengan sikap Presiden Taiwan, Lai Ching-te, yang mengecam keras latihan militer China di wilayahnya.
Taiwan menilai bahwa tindakan seperti itu sama sekali tidak mencerminkan perilaku yang menunjukkan bahwa mereka adalah negara besar yang bertanggung jawab. Lai Ching-te menegaskan Taiwan akan tetap mempertahankan kedaulatannya tanpa memicu konflik.***









