Raih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai Kebanggaan Pakistan

Sabtu, 11 Oktober 2014 09:53
Raih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai Kebanggaan Pakistan

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA Pakistan menyambut baik keputusan Komite Nobel Norwegia untuk menganugerahkan Hadiah Nobel Perdamaian 2014 kepada Malala Yousafzai, gadis remaja Pakistan yang menentang larangan Taliban bagi pendidikan untuk anak perempuan.

Presiden Pakistan, Manmoon Hussain, dan Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, Jumat (10/10/2014), menyampaikan ucapan selamat kepada gadis remaja itu, tak lama setelah dia diumumkan sebagai peraih Nobel Perdamaian bersama dengan seorang pegiat India.

Advertisement

“Dia adalah kebanggaan Pakistan. Da telah membuat bangga warga di negara ini. Prestasinya tak tertandingi. Anak lelaki dan perempuan di dunia mesti mengikuti jejak komitmen dan perjuangannya,” kata Sharif, di dalam satu pernyataan.

“Sungguh kehormatan buat Malala Yousafzai, keluarganya dan Pakistan,” kata Menteri Dalam Negeri Pakistan, Nisar Ali Khan, di dalam satu taklimat di Islamabad, saat dimintai komentar mengenai berita tersebut.

Baca: Hitler’ Ditangkap di Austria

Para pemimpin Pakistan juga mengucapkan selamat kepada Malala atas terpilihnya remaja putri Pakistan itu sebagai peraih Hadiah Nobel Perdamaian.

Mantan Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, mengucapkan selamat kepada Malala dan keluarganya sehubungan dengan penganugrahan hadiah itu.

“Putri Pakistan. Duta Besar Perdamaian Malala Yousafzai, kami bangga pada kamu. Wanita pahlaran nasional kami telah meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Panjang umur Pakistan,” kata pemimpin oposisi Partai Rakyat Pakistan di akun Twitter resminya.

Komite Nobel Norwegia, Jumat, memutuskan menganugerahkan Hadiah Nobel Perdamaian 2014 kepada Kailash Satyarthi dan Malala Yousafzai atas perjuangan mereka melawan penindasan terhadap anak-anak dan pemuda dan bagi hak semua anak untuk memperoleh pendidikan.

Malala, remaja putri yang berusia 17 tahun, menderita luka tembak di kepalanya ketika beberapa orang bertopeng menembak dia pada Oktober 2012 di kota tempat tinggalnya di Swat di bagian barat daya negeri tersebut gara-gara pembangkangannya atas larangan Taliban bagi pendidikan buat anak perempuan.

Militer Pakistan pada September mengumumkan satu kelompok yang terdiri atas 10 gerilyawan Yaliban yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Malala Yousafzai telah ditangkap oleh pasukan keamanan. (Kabar24)

Berita Terkini

Jumat, 30 Oktober 2020 13:31

Berusaha Gaet Investor, Riau Tawarkan Sawit, Sagu dan Kelapa, Ada yang Minat?

#investasi #perkebunan #sawit #sagu #kelapa

Jumat, 30 Oktober 2020 13:02

Usai Karhutla Riau Siap-siap Banjir, Ini Kata Kepala BPBD

#banjir #banjirriau #bpbd

Jumat, 30 Oktober 2020 12:16

Semangat Membangun Perempuan Loteng untuk Maju, Aktif dan Produktif, Inilah Sosok Lale Prayatni?

#perempuan #lomboktengah #pilkada2020

Jumat, 30 Oktober 2020 11:52

Begini Cara Ibu-ibu di Desa Pebaun Cegah Penularan Covid-19

#baktisosial #desapebaun #covid-19

Jumat, 30 Oktober 2020 11:41

Abu Bakar Tak Mendapatkan Gaji Saat Menjadi Khalifah

#ABUBAKAR

Jumat, 30 Oktober 2020 11:32

Soal Amdal PT RAPP, Jikalahari Nilai Kadis LHK Riau Langgar UU 32 Tahun 2009

#amdal #rapp #kadislhkriau