BERTUAHPOS — Kecelakaan maut melibatkan pesawat Air Canada dan truk pemadam kebakaran di Bandara LaGuardia, New York, pada Minggu malam meninggalkan duka mendalam. Pilot dan kopilot dinyatakan tewas setelah bagian kokpit pesawat jet regional asal Montreal tersebut robek akibat benturan keras saat mendarat.
Menurut laporan The Japan News, sebagaimana dilansir Bertuahpos, Selasa, 24 Maret 2026, penyelidikan awal mengungkap adanya kegagalan koordinasi yang fatal di menara pengawas lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC). Dalam rekaman komunikasi bandara, seorang petugas terdengar panik saat menyadari truk pemadam kebakaran melintasi landasan pacu di jalur pesawat yang sedang mendarat.
“Kami sedang menangani keadaan darurat sebelumnya. Saya telah melakukan kesalahan,” ujar petugas pengendali tersebut sekitar 20 menit setelah tabrakan terjadi.
Benturan hebat itu menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan pesawat. Bahkan, seorang pramugari bernama Solange Tremblay terlempar keluar dari pesawat saat masih terikat di kursinya. Putrinya, Sarah Lépine, menyebut keselamatan ibunya sebagai sebuah keajaiban.
“Keberhasilannya bertahan hidup adalah sebuah keajaiban. Saya masih berusaha memahami bagaimana semua ini bisa terjadi, tetapi dia pasti memiliki malaikat pelindung yang menjaganya,” kata Lépine kepada stasiun berita Kanada, TVA Nouvelles.
Penumpang lain, Rebecca Liquori, menggambarkan suasana mencekam di dalam kabin saat pesawat mengerem mendadak yang diikuti suara ledakan keras.
“Semua orang langsung tersentak dari tempat duduk mereka. Ada yang terbentur kepalanya. Ada yang berdarah. Saya hanya senang masih hidup,” ungkap Liquori.
Menteri Perhubungan Amerika Serikat, Sean Duffy, mengakui bahwa Bandara LaGuardia saat ini menghadapi kekurangan petugas pengendali lalu lintas udara yang bersertifikasi. Meski ada lebih dari satu petugas yang berjaga saat kejadian, jumlah total personel masih di bawah target ideal.
Mantan Inspektur Jenderal Departemen Perhubungan, Mary Schiavo, menekankan bahwa koordinasi antara lalu lintas udara dan darat adalah kunci penyelidikan ini.
“Hal ini telah terjadi selama bertahun-tahun dan sayangnya beberapa kecelakaan udara paling mengerikan dalam sejarah terjadi di darat, di bandara,” tegas Schiavo.
Akibat kecelakaan ini, Bandara LaGuardia yang merupakan bandara tersibuk ketiga di wilayah New York terpaksa ditutup total sebelum akhirnya dibuka kembali secara terbatas pada Senin sore. Ketua NTSB, Jennifer Homendy, menyatakan bahwa landasan pacu lokasi kejadian akan ditutup selama beberapa hari untuk proses evakuasi puing.
Pihak berwenang telah mengamankan perekam data penerbangan (black box) untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium Washington. Sementara itu, dua petugas pemadam kebakaran di dalam truk, Sersan Michael Orsillo dan Petugas Adrian Baez, dilaporkan selamat meski mengalami luka-luka.***









