BERTUAHPOS.COM — Rangkaian agenda International Community Service Program bertajuk “Optimizing MSME Competitiveness” membawa mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Riau (FEB UNRI) ke Melaka, Malaysia, pada Kamis (27/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa doktoral mendatangi Pusat Kraf Alor Gajah yang dikelola Perbadanan Kemajuan Kraftangan Malaysia Cawangan Melaka.
Agenda studi lapangan ini ditujukan untuk mendalami perpaduan antara inovasi produk, pelestarian budaya, strategi pemasaran, dan efektivitas pengelolaan UMKM lokal.
Para peserta diajak membedah bagaimana produk kraf tradisional dikelola hingga menghasilkan nilai tambah ekonomi dan daya saing yang adekuat menghadapi dinamika pasar global.
Respon positif disampaikan oleh Timbalan Pengarah Perbadanan Kemajuan Kraftangan Malaysia Cawangan Melaka, Mohamed Hasnul Hazri bin Zakaria, yang menerima langsung kedatangan rombongan akademisi UNRI.
Mohamed Hasnul Hazri menekankan bahwa keterlibatan institusi pendidikan tinggi memegang peranan kunci dalam menopang ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kerjasama dan pertukaran pengetahuan dengan institusi pendidikan tinggi penting untuk memperkuat ekosistem UMKM. Produk kraf bukan hanya berkaitan dengan warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikembangkan melalui inovasi, pemasaran dan pemahaman terhadap keperluan konsumen,” ungkap Mohamed Hasnul Hazri bin Zakaria.
Dari sudut pandang akademis, Kaprodi S3 Program Doktor Ilmu Manajemen FEB UNRI, Dr. Lailan Tawila Berampu, SE., M.Si., menyoroti pentingnya pengintegrasian aspek manajerial ke dalam potensi daerah.
Menurut Dr. Lailan, interaksi langsung di Melaka memberi ruang bagi mahasiswa doktoral untuk memahami aplikasi praktis teori-teori manajemen pemasaran dan inovasi produk.
“Mahasiswa doktoral perlu melihat secara langsung bagaimana sebuah produk lokal dikembangkan menjadi sumber nilai ekonomi. Kunjungan ini mempertemukan perspektif akademik dengan praktik di lapangan, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pembelajaran yang lebih kontekstual mengenai inovasi, pemasaran, dan penguatan daya saing UMKM,” tutur Dr. Lailan Tawila Berampu.
Lebih jauh, Dr. Lailan menilai strategi Malaysia dalam mempertahankan karakter budaya pada produk lokal dapat diadaptasi untuk memajukan komoditas UMKM di Tanah Air.
Langkah ini juga selaras dengan komitmen FEB UNRI untuk mendorong program internasionalisasi pada jenjang pascasarjana.
Melalui kunjungan ini, para akademisi menyimpulkan bahwa pelestarian aset budaya lokal yang diimbangi dengan strategi manajemen modern mampu menciptakan nilai ekonomi yang kompetitif dan berkelanjutan.








