• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 19, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Komunitas Masyarakat Adat di Amazon Terancam “Musnah” Akibat Corona

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Juni 2020
106
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Komunitas Masyarakat Adat yang sejak laha telah mendiami Hutan Amazon, Brasil, terancam “musnah” akibat COVID-19. Baik individu maupun keluarga masyarakat adat di sana jelas dalam bahanya setelah wabah corona menyerang dan membunuh beberapa anggota keluarga mereka.

Para pakar penyakit sejak awal sudah mengkhawatirkan hal itu. Media juga sudah mempublikasikan bagaimana buruknya kondisi mereka di sana. Penyakit pernafasan — seperti influenza — sudah menjadi penyebab utama kematian bagi masyarakat adat. Brasil sendiri telah melaporkan lebih dari 6.000 kasus COVID-19 dan 240 kasus kematian, sebagaimana dilansir dari BBC Indonesia.

Infeksi pada awalnya terkonsentrasi di kawasan industri São Paulo. Namun, virus itu kini telah menyebar ke seluruh negeri, termasuk ke wilayah adat di lembah Amazon, yang luasnya merupakan gabungan antara Prancis dan Spanyol. Kasus pertama di antara masyarakat adat tercatat di negara bagian Amazonas.

“Ada risiko yang luar biasa dari virus yang menyebar di masyarat dan memusnahkan mereka,” kata Sofia Mendonça, seorang peneliti di Universitas Federal São Paulo (Unifesp). Akan tetapi, banyak masyarakat adat tidak memiliki sarana untuk mengurangi risiko penularan, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air, atau menggunakan pembersih tangan. Mereka juga sering tinggal dalam jarak dekat satu sama lain dan berbagi mangkuk dan kacamata, yang keduanya membantu penyebaran penyakit menular lebih cepat.

(bpc3)

Tags: Covid-19Pandemic corona
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Covid-19 Varian XEC Terdeteksi di Jerman, Penyebarannya Jauh Lebih Cepat
Internasional

Covid-19 Varian XEC Terdeteksi di Jerman, Penyebarannya Jauh Lebih Cepat

...

Read moreDetails
vaksin corona, dokter di rusia positif corona

1 Januari 2024, Vaksinasi Covid-19 Wajib Bayar

kasus covid-19 naik lagi

Heboh Kasus Covid-19 Naik Lagi Bikin Warga di Pekanbaru Skeptis, Dokter Paru: tak ada yang Perlu Dikhawatirkan

kasus covid-19 riau meningkat

Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 di Riau, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

varian baru deltacron, subvarian omicron

Di Inggris Sudah Menyebar Luas, Berikut Ini Gejala Baru Covid-19 Eris

Varian Baru Covid-19 Arcturus

Soal Penyebaran Varian Baru Covid-19 Arcturus, Kadiskes Riau: Kita Belum Dapat Arahan Kemenkes RI

Next Post
Warga aktif

Ketua KPU Riau: Belum Ada Regulasi Baru untuk Pilkada 2020

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.