Kasus Karikatur Nabi Muhammad Berpotensi Rusak Hubungan Islam dengan Prancis

Minggu, 25 Oktober 2020 04:30
Kasus Karikatur Nabi Muhammad Berpotensi Rusak Hubungan Islam dengan Prancis

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kasus Karikatur Nabi Muhammad yang diterbitkan pada Charle Hebdo berpotensi akan merusak hubungan Islam dengan Prancis. Karikatur yang diterbitkan ulang oleh majalah itu jelas sebuah pelecehan agama. Begitu pandangan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), menanggapi kasus tersebut.

Menurut OKI, pernyataan sejumlah politisi Prancis yang membenarkan penerbitan karikatur nabi, serta menghubungkan aksi teror dengan ajaran Islam, dapat merusak hubungan umat antarberagama. Harusnya itu tidak dilakukan oleh politisi di sana.

Advertisement

“Sekretariat OKI telah mengikuti aksi penerbitan karikatur satire yang memperlihatkan sosok Nabi Muhammad, (kami) takjub mengetahui adanya penilaian yang tidak diharapkan dari sejumlah politisi tertentu di Prancis,” tulisnya dalam pernyataan resmi.

Mengingat pemikiran itu dapat mengancam hubungan Muslim dan rakyat Prancis, meningkatkan kebencian antarsesama, dan hanya menjadi komoditas politik kelompok tertentu. OKI mengingatkan seluruh pihak bahwa aksi pidana yang mengorbankan Paty tidak dapat dihubungkan dengan ajaran Islam.

Baca: Tahun Pertama di Gelar, Thailand jadi MotoGP Terbaik 2018

“Kami berusaha mengingatkan tidak ada hubungan antara kejahatan mengerikan ini dari Islam dan nilai-nilai welas asih yang diajarkan. (Kami, red) menilai insiden itu merupakan aksi teror yang dilakukan oleh individu atau kelompok teroris tertentu yang harus dihukum sesuai dengan aturan perundang-undangan,” terang OKI.

Organisasi lintas negara itu kembali menegaskan tidak ada kaitannya Islam, Muslim, dengan terorisme. Charlie Hebdo, tabloid satire mingguan Prancis, bulan lalu kembali menerbitkan karikatur kontroversial Nabi Muhammad. Karikatur itu pun ditunjukkan kepada sejumlah siswa di Prancis oleh Samuel Paty, seorang guru berusia 47 tahun.

Namun setelah kegiatan itu, Paty tewas dibunuh di daerah pemukiman pinggir kota di Paris, Conflans-Sainte-Honorine, pada 16 Oktober 2020. Pelaku pembunuhan merupakan seorang pemuda berusia 18 tahun kelahiran Rusia dan keturunan etnis Chechen, Abdoullakh Abouyedovich Anzorov. Anzorov, beberapa menit kemudian, juga tewas tertembak oleh polisi di tempat kejadian. (bpc2)

Berita Terkini

Minggu, 29 November 2020 17:32

Timnas U-16 akan Kembali TC di Sleman Desember Nanti

#TIMNAS

Minggu, 29 November 2020 15:12

Hikmah Kekalahan Perang Uhud

#UHUD

Minggu, 29 November 2020 14:01

Masharo Aoki, Pimpinan Pejuang Indonesia Orang Jepang

#PEJUANG

Minggu, 29 November 2020 12:31

Candi Muara Takus Bukti Lemahnya Kepurbakaan Lokal di Riau

#candi #muaratakus #purbakala #situssejarah #sejarahriau

Minggu, 29 November 2020 11:32

Inilah Sempolet, Makanan Khas Melayu Riau

#sempolet #makanankhas #khasmelayu #khasriau

Minggu, 29 November 2020 10:30

Awas! Bank Perlu Waspadai Serangan Cyber di Tengah Pandemi

#berbankan #cybercrime #keuangan

Minggu, 29 November 2020 09:30

Simak Penjelasan Berikut Agar ATM Kamu Tak Dibobol

#atm #tipskeuangan #bobolatm #perbankan