BERTUAHPOS — Pemerintah Indonesia kembali menegaskan sikap diplomasi damai di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah dengan menyampaikan belasungkawa resmi atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel.
Surat duka cita pemerintah Indonesia diserahkan langsung Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pertemuan di Jakarta sebagai bentuk penghormatan diplomatik antarnegara.
Menlu Sugiono mengatakan penyampaian belasungkawa merupakan langkah resmi negara dalam menjaga hubungan diplomasi sekaligus menunjukkan empati Indonesia terhadap situasi kemanusiaan yang terjadi.
“Ya kan kita menyampaikan rasa duka itu bisa lewat apa saja. Bisa lewat media apa saja. Saya kira media surat lebih resmi,” kata Sugiono di Hotel Fairmont, Jakarta.
Di tengah situasi geopolitik yang memanas, Indonesia menegaskan posisi konsisten untuk mendorong penurunan ketegangan serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi internasional, bukan eskalasi militer.
“Kita menginginkan ada de-eskalasi, kemudian situasi mereda. Kita juga menyesali gagalnya perundingan yang kemudian menyebabkan situasi yang terjadi,” ujar Sugiono.
Menurutnya, prinsip utama yang harus dijunjung seluruh negara adalah penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah, yang menjadi fondasi hubungan internasional modern.
“Kita menekankan kembali pentingnya semua negara menghormati prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas wilayah negara lain,” tegasnya.
Pemerintah Indonesia juga meminta seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri agar ketegangan tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas dan berdampak global. “Semua pihak kita berharap bisa menahan diri,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiono mengungkapkan Presiden Republik Indonesia telah menyatakan kesiapan untuk mengambil peran sebagai mediator perdamaian apabila kedua pihak yang berkonflik membuka ruang dialog.
“Presiden sudah menyampaikan keinginan beliau untuk menawarkan kesediaan menjadi mediator jika kedua belah pihak menyepakati,” katanya.
Langkah diplomatik ini mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendorong stabilitas kawasan dan penyelesaian konflik melalui pendekatan dialog serta kerja sama internasional.***









