Indonesia Harusnya Bisa Contoh Thailand dalam Penanganan Covdi-19

Sabtu, 05 Desember 2020 10:07
Indonesia Harusnya Bisa Contoh Thailand dalam Penanganan Covdi-19
People visit the Grand Palace in Bangkok on June 7, 2020, as it reopened for visitors following restrictions to halt the spread of the COVID-19 novel coronavirus. (Photo by Mladen ANTONOV / AFP)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemerintah Indonesia seharusnya bisa mencontoh negara Thailand dalam penanganan Covid-19

Hingga kini negara itu mencatat 4.053 kasus dengan penambahan 14 kasus hingga kasus aktif hanya 154 orang. Angka kematian juga sangat rendah. Tercatat sejauh ini hanya 60 orang.

Advertisement

“Padahal Thailand termasuk negara pertama di di luar China yang mencatat kasus positif corona,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

Indonesia harusnya contoh Thailand dalam penanganan Covid-19 karena memang angka kasus terkonfirmasi di negara itu sangat sedikit dan bisa dipertahankan.

Baca: Empat Narapidana Ini Disuntik Mati

“Kasusnya relatif sangat sedikit. Memang bukan berarti selamanya begitu. Tetapi mereka bisa begitu karena sistem kesehatannya mengakar sampai ke masyarakat.”

Pemerintah Thailand telah lama menjadikan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam pemerintahan. 

Selain itu pemerintah di negeri Gajah Putih serius dalam investasi kesehatan dari sisi infrastruktur, fasilitas, dan SDM, yang seluruhnya berfungsi di masa pandemi Covid-19 ini.

“Jadi surveillence dan masyarakat menjadi satu. Indonesia memang sudah telat, tapi bukan berarti tidak bisa mengejar,” ungkapnya.

“Justru karena sudah disrupsi saatnya kita mengejar sistem kesehatan di Indonesia supaya lebih preventif daripadakuratif.”

Hal tersebut harus dilakukan karena jumlah dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia masih sedikit, begitu juga dengan fasilitas kesehatan. 

Sehingga harus dilakukan sosialisasi dalam pencegahan penyebaran penyakit, dan membuat masyarakat mengerti posisinya sebagai garda terdepan.

“Karena kondisinya sekarang ini berbahaya sekali untuk tenaga kesehatan, karena masyarakatnya tidak peduli,” kata Wiku.

Meski demikian, dia menambahkan, pemerintah akan tetap mengupayakan yang terbaik dalam penanganan kasus covid-19 di Tanah Air.

BACA JUGA:  Menkes Budi Gunadi: Muhammadiyah Punya Tenaga Kesehatan Banyak dan Luas

Masyarakat tetap akan terus diingatkan agar selalu patuh pada protokol kesehatan dengan disiplin menerapkan 3M. “Tak ada yang tahun kapan situasi seperti ini akan berakhir,” sambungnya.

(bpc2)