Ide “Konyol” Donal Trump: Pasien Positif COVID-19 Sebaiknya Disuntik Cairan Disinfektan, Dikecam Medis

Jumat, 24 April 2020 16:41
Ide “Konyol” Donal Trump: Pasien Positif COVID-19 Sebaiknya Disuntik Cairan Disinfektan, Dikecam Medis

BERTUAHPOS.COM – Presiden AS, Donal Trump menyarankan kepada tenaga media agar menyuntikkan cairan disinfektan kepada pasien positif COVID-19. Komunitas medis telah menyatakan sikap pengecaman kepada Donal Trump karena itu dianggap ide konyol.

Tidak hanya itu, dia juga menyarankan agar sinar ultraviolet dipancarkan langsung ke tubuh pasien. Idenya ini langsung dibantah oleh seorang dokter yang hadir dalam rapat gugus tugas penanganan virus corona. Salah seorang pejabat dalam pemerintahannya juga sempat mengatakan bahwa sinar matahari dan cairan disinfektan diketahui dapat menghentikan infeksi virus corona.

Advertisement

Departemen Kesehatan AS telah memperingatkan warganya untuk tidak meminum cairan pemutih untuk mengobati Covid-19. Dalam rapat bersama gugus tugas penanganan virus corona di Gedung Putih yang digelar Kamis lalu, seorang pejabat AS menjabarkan hasil riset pemerintah yang mengindikasikan virus corona terlihat melemah jika terpapar cahaya matahari dan suhu udara yang hangat.

BBC Indonesia melaporoan, riset tersebut juga menunjukkan cairan pemutih dapat membunuh virus dalam ludah atau cairan pernafasan lainnya dalam waktu lima menit. Alkohol isopropyl bahkan dapat mematikannya dengan lebih cepat. Hasil studi tersebut dijabarkan dalam sebuah konferensi pers oleh William Bryan, pelaksana tugas Kepala Direktorat Sains dan Teknologi di Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS.

Baca: AL Israel tembaki nelayan Palestina di Gaza

Trump lalu menyarankan agar riset tersebut didalami lebih lanjut, meski dia juga mencatat bahwa riset tersebut perlu ditelaah dengan hati-hati. “Jadi, sepertinya kita bisa menyinari tubuh dengan banyak sinar ultraviolet, atau sinar kuat lainnya,” kata Trump, sambil melihat ke arah Dr Deborah Birx, koordinator respon virus corona Gedung Putih. “Saya tahu Anda bilang hal itu belum diteliti tapi Anda akan mencobanya.”

“Lalu saya mengatakan, kita bisa menyinari bagian dalam tubuh, yang bisa Anda lakukan lewat penyinaran kulit atau cara-cara lainnya. Saya rasa Anda juga bilang Anda akan menguji hal itu. Kedengarannya menarik,” lanjut Trump.

“Saya lihat dari hasil riset cairan disinfektan dapat membunuh virus dalam waktu satu menit. Satu menit. Adakah cara sehingga kita bisa mengujinya, seperti menyuntik cairan disinfektan atau membersihkan tubuh kita? Saya tertarik melihatnya.”

Sambil menunjuk ke kepalanya, Trump mengatakan: “Saya bukan dokter. Tapi saya punya yang bagus.” Dia lalu menoleh lagi ke Dr Birx dan bertanya apakah dia tahu soal pengobatan virus corona dengan menggunakan “kepanasan dan cahaya.”

“Saya pernah dengar itu, tapi bukan untuk mengobati virus vorona,” kata Dr Birx. “Demam adalah tanda yang bagus jika Anda sakit, itu artinya tubuh Anda merespon penyakit. Tapi saya belum pernah melihat pengobatan virus corona dengan memakai kepanasan atau cahaya.”

“Saya pikir kita patut menelitinya,” kata Trump. Seorang wartawan yang hadir dalam konferensi pers tersebut bertanya apakah pernyataan aneh dari Trump tersebut berpotensi menyebar disinformasi yang berbahaya bagi warga Amerika.

Sejumlah dokter di AS memperingatkan bahwa ide Trump tersebut berpotensi fatal. Dokter paru-paru Vin Gupta mengatakan kepada NBC News: “Ide menyuntik atau menelan cairan pembersih ke dalam tubuh tidak bertanggung jawab dan berbahaya. Itu adalah cara yang sering dipakai jika orang ingin bunuh diri.”

Sementara itu Kashif Mahmood, seorang dokter di Charleston, Virginia Barat, mengatakan di Twitter. “Sebagai seorang dokter, saya tidak bisa menyarankan menyuntik cairan disinfektan ke paru-paru, atau memaparkan diri terhadap radiasi sinar UV untuk mengobati Covid-19. Jangan mendengarkan nasihat medis dari Trump.”

John Balmes, dokter paru-paru di Rumah Sakit Umum Zuckerberg San Francisco, memperingatkan bahwa orang dapat menderita masalah kesehatan hanya dengan menghirup bau cairan pemutih. Seperti dikutip oleh Bloomberg News, Dr Balmes mengatakan: “Menghirup klorin dalam cairan pemutih adalah hal terburuk bagi paru-paru Anda. Rongga pernafasan dan paru-paru kita tidak dibuat untuk menghirup aerosol yang ada dalam cairan disinfektan.

“Walaupun cairan pemutih atau alkohol isopropyl tersebut encer, itu masih tidak aman bagi manusia. Itu adalah ide yang sangat konyol.”

(bpc3)

Berita Terkini

Rabu, 02 Desember 2020 17:35

Jokowi, Antara Optimis dan Warning Covid-19

#jokowi #covid #corona

Rabu, 02 Desember 2020 16:39

Jubir Covid-19 Riau: Kami Sadar Ada Kejenuhan Masyarakat

#corona #covid-19

Rabu, 02 Desember 2020 15:30

Biaya Investasi di Indonesia Mahal

#investasi #biayainvestasi

Rabu, 02 Desember 2020 15:15

Kisah Nek Mitun yang Harus Tetap Bekerja di Usia Senja

#act #kemanusiaan #ekonomi

Rabu, 02 Desember 2020 14:30

Fojuri Gelar Diskusi Virtual ‘Tantangan Industri Asuransi di Masa Pandemi’

#asuransi #indrustrikeuangan #ojk

Rabu, 02 Desember 2020 14:19

Tekanan Ekonomi, Masyarakat akan Memilih Karena Uang?

#PILKADA

Rabu, 02 Desember 2020 13:45

4.000 Lebih Orang di Pekanbaru Positif HIV/AIDS

#haiv/aids #riau #pekanbaru