BERTUAHPOS.COM — Kepercayaan konsumen Amerika Serikat merosot tajam pada September ke level terendah sejak 2014, dipicu meningkatnya pesimisme terhadap kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja.
Indeks kepercayaan konsumen yang dirilis Conference Board pada Selasa, 29 September 2026 turun 6,7 poin menjadi 81,9, setelah angka bulan sebelumnya direvisi lebih rendah.
Penurunan itu jauh melampaui perkiraan pasar. Angka 81,9 tersebut berada di bawah median estimasi 89 yang dihimpun Bloomberg dari sejumlah ekonom.
Indikator yang mengukur kondisi ekonomi saat ini turun hampir 8 poin ke level terendah sejak 2021. Sementara itu, indeks ekspektasi konsumen untuk enam bulan ke depan merosot ke titik terendah dalam lebih dari satu tahun.
Kepala ekonom Conference Board, Dana Peterson, menyebut sentimen konsumen dipenuhi kekhawatiran sepanjang bulan ini.
“Respons konsumen mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perekonomian sebagian besar pesimistis pada September,” kata Peterson.
Menurutnya, penyebutan soal harga, tingginya biaya barang dan jasa, serta harga minyak dan gas meningkat ke level tertinggi baru.
Tekanan biaya hidup turut didorong kenaikan harga bensin. Konflik di Iran membuat harga bensin AS bertahan di atas US$4 per galon, berdasarkan data American Automobile Association, sementara harga diesel ritel mendekati level tertinggi sepanjang masa dan harga minyak pemanas melonjak menjelang musim dingin.
Dari sisi ketenagakerjaan, survei Conference Board mencatat proporsi konsumen yang menilai lapangan pekerjaan tersedia dalam jumlah banyak turun ke level terendah sejak 2021. Sebaliknya, jumlah konsumen yang menilai pekerjaan sulit diperoleh justru meningkat.
Selisih antara kedua indikator itu, yang menjadi salah satu metrik penting bagi ekonom untuk mengukur kondisi pasar tenaga kerja, menyempit ke level terkecil dalam lebih dari 5,5 tahun.
Data pemerintah yang dirilis terpisah pada hari yang sama juga menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan pada Agustus turun ke level terendah dalam lima bulan.
Meski demikian, belanja konsumen dan pasar tenaga kerja sejauh ini masih relatif bertahan. Laporan ketenagakerjaan yang dijadwalkan rilis Jumat diperkirakan tetap menunjukkan perekrutan tenaga kerja solid pada September.
Ekspektasi konsumen terhadap inflasi dalam satu tahun ke depan juga memburuk. Proporsi responden yang memperkirakan suku bunga akan naik meningkat ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, seiring sejumlah pejabat Federal Reserve menilai suku bunga perlu dipertahankan lebih tinggi karena tekanan harga masih terlalu kuat.



