• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Analis Proyeksikan Harga Emas Dunia Masih Rentan Melemah, Simak Level Krusialnya Hari Ini

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
7 September 2026
Analis Proyeksikan Harga Emas Dunia Masih Rentan Melemah, Simak Level Krusialnya Hari Ini

Emas batangan Galeri24 | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly

137
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Harga emas dunia diperkirakan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/9/2026). Kegagalan menembus level resistance krusial di kisaran US$4.440 per ons troi menjadi sinyal bahwa potensi koreksi harga logam mulia ini masih terbuka lebar.

Mengacu pada data pasar terkini, harga emas dunia terpantau melemah 0,62% dan bertengger di level US$4.402,56 per ons troi. Posisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga emas harian.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa secara teknikal, grafik harian harga emas masih mengindikasikan adanya peluang pelemahan lanjutan. Kondisi ini diperkuat oleh terbentuknya pola ABC Correction setelah harga gagal menembus level resistance penting.

“Kegagalan menembus level resistance US$4.440 per ons troi menjadi perhatian utama. Selama harga masih berada di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi kembali meningkat,” ujar Geraldo dalam riset hariannya, seperti dilansir dari Investor.id.

Ia memaparkan, area support terdekat yang akan diuji oleh harga emas berada pada level US$4.365 per ons troi. Jika level tersebut tidak mampu menahan laju penurunan, maka koreksi selanjutnya berpeluang mengarah ke level US$4.331 per ons troi.

Lebih lanjut, Geraldo menilai bahwa kemampuan harga emas untuk bertahan di zona support tersebut dapat membuka ruang bagi terjadinya rebound teknikal. Namun, selama level resistance US$4.440 belum berhasil ditembus kembali, skenario koreksi dinilai masih relevan untuk diantisipasi para pelaku pasar.

Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas saat ini turut dipengaruhi oleh sejumlah sentimen yang saling berlawanan. Salah satunya adalah kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta gangguan distribusi di kawasan Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi AS. Pasalnya, biaya energi yang lebih tinggi dapat mendorong kenaikan biaya produksi dan konsumsi secara lebih luas, yang pada akhirnya memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed.

Di sisi lain, meningkatnya ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed justru berpotensi membatasi ruang penguatan harga emas. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menopang nilai tukar dolar AS serta imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury menjadi faktor penekan utama bagi harga emas. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Setelah rilis data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan, fokus pasar kini beralih ke data inflasi. Rilis data Consumer Price Index (CPI) periode Agustus akan menjadi indikator penting bagi pelaku pasar untuk memperkirakan arah kebijakan The Fed selanjutnya.

Data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi meningkatkan persepsi bahwa The Fed akan menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi tersebut dapat kembali memberikan tekanan bagi pergerakan harga emas dunia dalam jangka pendek.

Tags: Analisis EmasDupoin Futuresharga emas duniaharga emas hari iniInflasi ASKoreksi Emasthe fed
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga Emas Dunia Hadapi Ujian Berat — Analis Saxo Bank
Ekonomi

Harga Emas Dunia Hadapi Ujian Berat — Analis Saxo Bank

...

Read moreDetails
Harga Bensin Melonjak, Kepercayaan Konsumen AS Merosot Tajam

Harga Bensin Melonjak, Kepercayaan Konsumen AS Merosot Tajam

Harga Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed Tekan Emas Dunia

Harga Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed Tekan Emas Dunia

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus USD5.000 Sebelum Akhir 2026

Harga Emas Dunia Melemah, Skenario Bullish Masih Terbuka

Emas Antam Terjun ke Rp2.592.000, Perak Ikut Merosot

Emas Antam Terjun ke Rp2.592.000, Perak Ikut Merosot

Next Post
Mitigasi Darurat Kemenhaj usai Erupsi Anak Krakatau, PPIU Harus Cari Rute Alternatif

Mitigasi Darurat Kemenhaj usai Erupsi Anak Krakatau, PPIU Harus Cari Rute Alternatif

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.