Eks Penari Telanjang Ini Nyaleg Lagi di Prancis

Minggu, 11 Juni 2017 11:19

BERTUAHPOS.COM (BPC), PRANCIS – Mantan penari telanjang ini nyaleg. Nyalon sebagai wakil rakyat. Dia lewat partai yang didirikannya, yaitu ‘Partai Kesenangan’. Partai yang menjamin kebahagiaan individu.

Eks penari telanjang itu adalah Isabella Laeng. Di panggung dia lebih dikenal dengan nama Cindy Lee. Penari erotis itu memutuskan berpindah profesi. Dia terjun ke dunia politik, dan akan maju sebagai calon anggota parlemen Prancis.

Perempuan yang sekarang berumur 57 tahun itu di tahun 2002 mendirikan partai politik yang dinamakan Parti du Plaisir atau ‘Partai Kesenangan’. Ini merupakan partai bernama unik pertama yang beraliran hedonistik di Prancis. Visi dan misi partai ini jelas, yaitu menjamin kebahagiaan individu.

Sejalan dengan niatnya berpolitik itu, pada Maret 2017, Isabella menggelar aksi demo. Itu dilakukan dengan berpakaian seronok di jalanan Kota Paris. Dia kampanye partainya dan memprotes korupsi.

Baca: Astaga, Seorang Ibu Tega Membunuh dan Membekukan Mayat Dua Anaknya

Namun karena saking seronoknya pakaian yang dipakai, maka Isabella ditangkap satuan polisi anti huru-hara. Tak main-main. Untuk menangkap Isabella yang berusaha masuk ke dalam gedung parlemen itu dikerahkan 300 polisi.   

Menurut Sputnik, Minggu (11/6/2017), dalam pemilihan umum (pemilu) kali ini, Isabella menjadi salah satu calon anggota parlemen. Dia mengusung program untuk memperbaiki lingkungan, mendukung masyarakat yang lebih manusiawi, toleran dan adil, dan juga meningkatkan keamanan.
 
Dalam catata media, ini bukan kali pertama Isabella mengikuti pemilu sebagai calon legislatif (caleg). Di tahun 2007, dia adalah salah satu caleg di daerah pemilihan Distrik Paris. Dia berhasil mendapat dukungan dari 430 pemilih.
 
Di tahun 2012, dia juga mengikuti pemilihan legislatif. Dalam pemilu ini dia berhasil mendapatkan 224 suara (0,51 persen suara).
 
Dan kali ini Isabella akan kembali maju. Dia ingin duduk di parlemen. Dia sudah terlanjur bersumpah berjuang melawan korupsi secara terbuka.

Prancis akan menggelar pemilu dalam dua putaran, dilangsungkan pada 11 dan 18 Juni 2017. Konstituen akan memilih 577 wakilnya di Majelis Nasional. Itu dari 7.800 lebih caleg dari seluruh negeri ini. (jss)