• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Buya Hamka Ulama Patriotik (Bagian 2): Merantau ke Jawa

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 September 2018
Share on FacebookShare on Twitter

Kebosanan Abdul Malil untuk belajar di kelas tidak berubah. Haji Rasul bahkan sudah memasukkanya ke pesantren Parabek di bawah asuhan Syaikh Ibrahim Musa.

Abdul Malik malah memutuskan keluar dari pesantren, dan mencoba berkelana hingga Payakumbuh. Bahkan, di Payakumbuh, Abdul Malik sempat ikut pacuan kuda, sebagai upah telah merawat kuda. Hanya saja, dia kalah dan diusir tuan pemilik kuda.

Bosan berkelana, Abdul Malik kemudian pulang ke rumah ayahnya di Padang Panjang. Ayah dan ibu Malik saat itu telah bercerai. Ayahnya, Haji Rasul tetap tinggal di Padang Panjang. Sedangkan ibunya, Syafiyah Tanjung menikah lagi dan tinggal di Tanah Deli.

Setibanya di Padang Panjang, Abdul Malik dapat amukan dari sang ayah karena keluar dari pesantren dan membuat malu ayahnya. Namun, Abdul Malik menolak untuk kembali sekolah di Madrasah Thawalib asuhan ayahnya.

Karena tak punya kegiatan dan selalu bertengkar dengan ayahnya, Abdul Malik diam-diam memutuskan merantau ke Tanah Jawa. Tanpa izin, Abdul Malik keluar dari rumah.

Sebulan lamanya, Abdul Malik yang hanya seorang diri tiba di Bengkulu. Namun, karena tidak ada restu orang tua, dia mendapatkan banyak halangan. Sekujur tubuhnya terkena penyakit cacar. Tak punya pilihan lain, Abdul Malik kembali pulang ke Padang Panjang. 

Namun, keinginan Abdul Malik untuk tetap ke Tanah Jawa belum padam. Dengan meminta izin orang tuanya, Abdul Malik akhirnya sampai di Tanah Jawa pada tahun 1925.

Di tanah Jawa, tepatnya di Yogyakarta, Abdul Malik berguru langsung kepada Raden Mas Tjokroaminoto, yang kelak dikenal sebagai Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto. Dia adalah seorang pendiri Sarekat Islam, organisasi islam terbesar saat itu.

Dari Tjokoroaminoto, Abdul Malik belajar banyak tentang pergerakan Islam dalam menentang penjajahan Belanda. Abdul Malik kemudian bergabung dengan Sarekat Islam, meski umurnya baru 16 tahun.

Baca: Buya Hamka Ulama Patriotik, Bagian 1: Bujang Nakal

Selain berguru kepada Tjokroaminoto, Abdul Malik sebebarnya juga mengagumi KH. Ahmad Dahlan, seorang tokoh pembaharuan Islam yang mendirikan organisasi Muhammadiyah. Sayangnya, Abdul Malik tak sempat bertemu dengan Ahmad Dahlan, karena pendiri Muhammadiyah itu telah meninggal pada tahun 1923.

Abdul Malik kemudian juga mendaftarkan diri sebagai anggota Muhammadiyah. Di Muhammadiyah, Abdul Malik berguru kepada Kyai Haji Fachruddin.

Tak berselang lama, masih tahun 1925, Abdul Malik menjadi utusan Sarekat Islam untuk belajar Islam dan kepenulisan di Bandung. 

Di Bandung, tepatnya Jalan Lengkong Besar Nomor 90, Abdul Malik bertemu dengan Mohammad Natsir, yang waktu itu bekerja di majalah Pembela Islam. 

Sejarah kemudian mencatat, M. Natsir dan Abdul Malik atau lebih dikenal dengan Buya Hamka menjadi tokoh politik Islam di Indonesia. (bpc2)

Sumber: Buya Hamka, Sebuah Novel Biografi. Karangan: Haidar Musyafa. Penerbit: Imania, 2018.

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Menakar Tingkat Kesehatan Bank dan Sosok Pemimpin Strong Human Resorces

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.