• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Menakar Tingkat Kesehatan Bank dan Sosok Pemimpin Strong Human Resorces

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 September 2018
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Winovri 
Pemimpin Desk Corsec 
Bank Riau Kepri


UANG banyak, rikikonya rendah. Logika ini sebenarnya terbalik dalam dunia perbankan. Karena, justru uang banyak malah beresiko tinggi. Lantas bagaimana mengambil sikap yang tepat dalam mengatasi ini? Pilih uang sedikit resiko rendah, atau uang banyak tapi high risk? Maka dibutuhkan model pemimpin yang memiliki kekuatan SDM militan. Seorang yang memiliki kekuatan SDM yang kuat. Paham betul tentang kegiatan perbankan. Praktis, dibutuhkan model SDM yang handal dan berenergi.

Tapi secara sederhana, kegiatan perbankan selain itu membutuhkan SDM pemimpin bank yang mampu mengambil langkah efisiensi dalam penggunaan modal demi pertumbuhan bank itu sendiri. Dengan kata lain kekuatan untuk memutar modal. Uniknya, memang secara harfiah yang namanya bisnis ada saja kegiatan menjual seperti rugi, tapi sebenarnya tidak. 

Seperti halnya menjual untuk bakulan, atau kredit ke pasar-pasar. Tapi ini juga harus memakai risk control system. Tidak melakukan pendekatan seperti lembaga non bank dalam penagihan kredit, tapi tetap dengan pendekatan yang ramah dan merakyat. Maka, model SDM pemimpin ini yang terkadang mampu memacu pertumbuhan sebuah bank menuju ikon pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

Tingkat kesehatan bank (TKB) diantaranya bisa dilihat dari uang yang digunakan bank atau dijual dalam bentuk aktiva produktif

Sebagai contoh, bank pembangunan daerah berdasarkan rekam jejaknya, sudah mulai melakukan tahapan ini. Walaupun memang, upaya ini butuh waktu, dan proses yang panjang. Terobosan-terobosan seperti ini sudah dilakukan sejak perbankan ini ada. Kelihatan riaknya sejak BRK dipercayakan pada Tengku Alang Darmawan yang membawa gaya kebijakan BNI. 

Tentu harapan semua pihak ke depan, SDM pemimpin mampu memainkan memposisikan diri sebagai CCTV. Karena harus selalu mengevaluasi ketersediaan dana bank per tri wulan.  Dengan gaya kepemimpinan ini diharapkan kredit macet dapat selalu terpantau. Karena ini juga dampak dari ‘penjualan’ kredit, agar menjadi kredit produktif. Dalam hal ini, SDM seorang  pemimpin memang mesti cakap dan penuh kehati-hatian dalam melakukan penjualan. Peran komisaris menjadi penting, memberi masukan, kritikan bahkan menegur jika sistem ini ada noise di lapangan. 

Kembali soal dana bank, jika sumber dana yang didapat banyak dana murah, berarti banknya dikategorikan sebagai bank aman dan sehat, Tingkat Kesehatan Bank (TKB) baik. Sama artinya kalau reputasi banknya bagus. Dampaknya, setiap orang yang meletakkan uangnya di bank bersangkutan, sudah tidak lagi melihat bunga bank. Karena sudah dilandasi azas kepercayaan alias TRUST. Dengan fasilitas cukup, terjaga, terjamin, dan yakin tak akan terjadi kehilangan. 

Sebaliknya, kalau bank sudah tidak mampu mencari dana, malah harus membayar hutang-hutangnya, operasionalisasi bank tidak bisa dipertahankan lagi. Tingkat kesehatan bank pada level terendah, maka bank di ambang kehancuran. Dipastikan tingkat pengawasan dari komisaris menurun bahkan mungkin tidak ada sama sekali. Kondisi ini, walaupun sudah disuntik segala macam ‘obat penawar’, tetap saja bank harus dilikuidasi oleh pemerintah. 

Keberanian Ekspansi: high risk high return
Dalam aturan perbankan pada dasarnya pemerintah pusat tidak melarang, jika  sumber dana giro, tidak lagi menjadi pilihan bank. Terlebih bank yang sudah go publik. Mungkin inilah yang memicu pemegang saham mulai mengembangkan bisnis atau ekspansi. Dengan harapan mendapat bunga yang lebih besar, sebagai fasilitas bank. Apalagi,  tabungan tidak boleh digunakan sebagai sumber dana oleh institusi. Negosiasi pemerintah daerah sebagai pemegang saham dengan bank daerah pun terjadi. Karena yang punya bank juga pada dasarnya pemerintah daerah. Maka, trennya bergeser ke deposito.

Sekali lagi dibutuhkan SDM pemimpin bank yang memiliki strong human resorces, agar ini juga mengalir dalam mindset SDM jajaran direksi dan karyawan lainnya

Pengalaman di BRK, sebelum tahun 1988, kredit di bank itu hanya satu, yaitu resiko kredit (diistilahkan a cord 1).  Tapi setelah a cord 2 (tahun 2004), resiko di bank mulai berkembang sampai 10 macam. Seperti resiko likuiditas atau resiko operasional. Singkat cerita, uang yang BRK kumpulkan sebagai sumber dana, memang harus dibungkus dengan prinsip kehati-hati dalam menjualnya. 

Ulasan ini menggambarkan kalau tingkat kesehatan bank (TKB) diantaranya bisa dilihat dari uang yang digunakan bank atau dijual dalam bentuk aktiva produktif. Seperti antar bank aktivanya, ada kredit yang diberikan, dan ada surat berharga. Artinya dengan harta bank yang besar, belum tentu kecil resikonya. 

Sekali lagi dibutuhkan SDM pemimpin bank yang memiliki strong human resorces, agar ini juga mengalir dalam mindset SDM jajaran direksi dan karyawan lainnya. Tinggal universitas sebagai wadah candradimuka menyiapkan generasi yang memiliki strong human resorces. ***

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Polres Dumai Amankan 1,35 Ton Bawang Merah Ilegal Asal Malaysia

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.