• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Murid-Murid HOS Tjokroaminoto: Soekarno, Semaoen, Kartosuwiryo

Romi J. by Romi J.
16 Desember 2020
272
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Banyak murid-murid HOS Tjokroaminoto adalah tokoh-tokoh pemikir dan gerakan di republik ini.

Murid-murid Tjokroaminoto ini tinggal di rumahnya, Gang Peneleh VII Nomor 29-31, tepi Kali Mas, Surabaya.

Para murid ini tinggal dan tumbuh bersama, berdiskusi baik sesama mereka maupun dengan Tjokroaminoto.

Dari buku HOS Tjokroaminoto yang ditulis Anom Whani Wicaksana, dari sekian banyak murid Tjokroaminoto, beberapa menjadi pejuang dan pemikir besar. Sebut saja Soekarno, Musso, Semaoen, dan HAMKA.

Uniknya, dan juga mungkin tragis, murid-murid Tjokroaminoto memiliki pandangan politik dan ideologi yang saling bertolak belakang.

Soekarno, misalnya, menganut ideologi nasionalisme, mampu menyeimbangkan haluan kiri dan kanan. Soekarno tumbuh dan menyerap banyak pemikiran dan ideologi. Namun, dia mampu menyeimbangkannya.

Tapi, beberapa murid lain, sebut saja Semaoen dan Kartosuwiryo. Semaoen tumbuh dengan berideologikan kiri dan merupakan pendiri Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1920, dan menjadi Ketua Umum di partai tersebut.

Sementara, Kartosuwiryo (atau Kartosoewirjo) tumbuh dengan ideologi Islam. Akibatnya, saat masa perjuangan, dia sering berseberangan dengan tokoh nasionalis yang dianggap terlalu lunak kepada Belanda.

Dua murid Tjokroaminoto ini, Semaoen dan Kartosuwiryo, berakhir tragis. Semaoen tewas saat pemberontak PKI di Madiun, dan Kartosuwiryo berakhir di tangan regu ekseksusi, dimana surat eksekusi itu ditandatangani Soekarno. (bpc4)

Tags: KartosuwiryoMurid tjokroaminotosemaoenSoekarno
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Catatan Sejarah 4 Januari: Penyelundupan Soekarno-Hatta ke Yogyakarta

...

Read moreDetails

Catatan Sejarah 30 November: Upaya Pembunuhan Soekarno di Cikini

Politisi Fadly Zon

Soal Patung, Fadli Zon: Perjuangan Kemerdekaan Bukan Milik Soekarno Sendiri

Politisi Fadly Zon

Fadli Zon: Jangan Seolah Republik Ini Didirikan Soekarno Saja

Kegiatan Soekarno 30 September Sampai 1 Oktober 1965

Kartosuwiryo Tolak Tuduhan Ingin Bunuh Soekarno

Next Post

Jokowi: Saya Tegaskan, Saya yang akan Divaksin COVID-19 Pertama Kali

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.