Catatan Sejarah 24 Februari: Aksi Tritura 1966, Arif Rahman Hakim Gugur

Rabu, 24 Februari 2021 05:00
Catatan Sejarah 24 Februari: Aksi Tritura 1966, Arif Rahman Hakim Gugur

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Sejak peristiwa pemberontakan G30S/PKI, mahasiswa bergerak turun ke jalan menuntut Soekarno membubarkan PKI. Selain itu, para mahasiswa juga menentang pelantikan kabinet Dwikora II oleh Soekarno.

Gerakan mahasiswa ini dikenal dengan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura), yang berisikan tuntutan pembubaran PKI beserta ormas-ormasnya, perombakan kabinet Dwikora, dan turunkan harga pangan.

Advertisement

24 Februari 1966, sejak subuh, mahasiswa sudah bergerak dan memberhentikan semua mobil di jalan strategis. Mereka juga mengempesi ban, serta membuat arus lalu lintas di ibukota lumpuh total.

Hanya saja, kabinet Dwikora II tetap dilantik. Banyak diantara menteri yang ditunjuk datang menggunakan helikopter. Ada juga yang hanya berjalan kaki, serta ada yang menggunakan sepeda.

BACA JUGA:  Tim Pengabdian Masyarakat Relawan COVID-19 UNRI Bagikan Masker kepada Masyarakat

Baca: Catatan Sejarah 29 Desember: Kontak Tembak TNI-GAM, Wartawan RCTI Ersa Siregar Tewas

Lewat tengah hari. Kerumunan massa mahasiswa semakin mendekat ke istana. Saat itu, jarak mahasiswa dan istana hanya ratusan meter.

Saat itu, terdengarlah tembakan dari arah istana, dari arah pasukan Tjakrabirawa, pasukan pengaman presiden Soekarno. Kepanikan melanda kerumunan mahasiswa. Korban berjatuhan. Namun, menurut Maulwi Saelan, salah satu pasukan Tjakrabirawa, tembakan tersebut bukan berasal dari mereka.

Dua orang demonstran kemudian dinyatakan meninggal. Arif Rahman Hakim, mahasiswa Universitas Indonesia, dan Zubaedah, siswi SMA.

Arif Rahman Hakim dikebumikan esok hari. Aksi arakan besar-besaran dilakukan dari Universitas Indonesia.

Gugurnya Arif Rahman Hakim membuat gerakan mahasiswa meluas. Puncaknya, keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang dimanfaat Soeharto untuk menjatuhkan Soekarno. Tak lama, PKI pun dibubarkan, dikutip dari berbagai sumber. (bpc4)

Berita Terkini

Rabu, 03 Maret 2021 20:31

Realisasi Vaksinasi Tahap II di Riau Masih di Bawah Target

“Setiap peserta yang sudah divaksin, maka wajib melakukan vaksin tahap kedua tanggal 15 Maret 2021.”

Rabu, 03 Maret 2021 19:32

Tunggu Saja, Surat Pemberhentian Yan Prana Jaya Sebagai Sekdaprov Riau Diproses

Pemprov Riau pastikan surat pemberhentian sudah diproses.

Rabu, 03 Maret 2021 17:32

Ini Kata Ma’ruf Amin Soal Produk Halal ‘Melempem’ di Tengah Indonesia dengan Penduduk Muslim Terbesar di Dunia

“Indonesia justru hanya menjadi konsumen produk halal dunia.”

Rabu, 03 Maret 2021 16:32

Ini Efek Samping Terlalu Sering Keluarkan Air Mani, Bisa Bikin Iritasi Guys

Pakar kesehatan sependapat bahwa mengeluarkan sperma atau air mani, memiliki nilai positif dan negatif.

Rabu, 03 Maret 2021 16:05

Dikritik IPW, PSSI: Sepakbola Indonesia Harus Tetap Berjalan

Banyak orang yang menggantungkan rezeki di sektor sepakbola

Rabu, 03 Maret 2021 15:43

KPK Rencanakan Pertemuan Khusus Bahas Mangkraknya Pasar Cik Puan

Sembilan tahun mangkrak, Pasar Cik Puan disorotan KPK.

Rabu, 03 Maret 2021 15:32

Huawei Keluarkan Produk Mobil Pertama di April 2021, Seperti Apa Wujudnya?

BAIC Blue Valley dan Huawei telah sepakat bekerja sama meluncurkan ARCFOX HBT.

Rabu, 03 Maret 2021 14:31

Smartphone Ini Harganya Murah, Spesifikasi Tinggi

Motorola meluncurkan moto e7i terbaru. Harganya tergolong murah.

Rabu, 03 Maret 2021 13:30

Industri Jasa Konstruksi di Riau Diminta Bersaing Secara Sehat

Industri jasa konstruksi berperan menciptakan iklim ekonomi daerah yang baik.

Rabu, 03 Maret 2021 13:01

Muhammadiyah Minta Pemerintah Lebih Sensitif Nilai Agama dalam Mengambil Kebijakan

Muhammadiyah meminta pemerintah lebih sensitif dengan masalah ahklak, norma sosial, dan nilai-nilai agama