• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Saksi Ungkap Instruksi “Matahari Satu” dalam Sidang Abdul Wahid

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
22 April 2026
Saksi Ungkap Instruksi "Matahari Satu" dalam Sidang Abdul Wahid
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Suasana di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Jalan Teratai, Pekanbaru, Rabu, 22 April 2026, menjadi agak tegang, saat saksi Mantan Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah II Dinas PUPRPKPP Riau, Ardi Irfandi, yang dihadirkan, membeberkan fakta soal istilah “Matahari Satu” di kasus dugaan korupsi yang menjerat terdakwa Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid.

Dalam keterangannya di persidangan itu, Ardi Irfandi membeberkan mengenai prosedur sterilisasi alat komunikasi sebelum peserta memasuki ruangan pertemuan. Ia membenarkan bahwa seluruh pejabat wajib meletakkan ponsel mereka demi kerahasiaan arahan Gubernur Riau nonaktif tersebut. “Sebelum masuk ruang rapat, seluruh kepala UPT dan peserta rapat yang hadir diminta mengumpulkan alat komunikasi,” tegas Ardi Irfandi.

Keterangan ini menyudutkan posisi terdakwa karena fakta lapangan dalam sidang Abdul Wahid berbanding terbalik dengan bantahan yang selama ini ia sampaikan. Ardi menjelaskan bahwa rapat tersebut sebenarnya berfokus pada pembahasan teknis mengenai tingkat kerusakan infrastruktur vital di wilayah Provinsi Riau.

Saksi juga menyebutkan adanya intimidasi melalui ancaman evaluasi jabatan jika progres perbaikan fisik tidak mencapai target yang ditetapkan. Tekanan tersebut semakin kuat ketika terdakwa menggunakan analogi kekuasaan absolut untuk memastikan loyalitas penuh dari setiap kepala unit pelaksana teknis.

“Wahid mengatakan matahari cuma satu. Tidak ada matahari kembar. Matahari hanya satu,” ungkap Ardi Irfandi di hadapan majelis hakim.

Ardi menambahkan bahwa dirinya merasakan beban psikologis akibat peringatan keras yang meluncur langsung dari lisan orang nomor satu di Riau saat itu. Mekanisme evaluasi tersebut menjadi alat kontrol agar seluruh jajaran mengikuti setiap keinginan tanpa berani melakukan penolakan sedikitpun.

Jaksa penuntut umum terus menggali keterkaitan antara pengumpulan ponsel ini dengan upaya penghilangan jejak koordinasi dalam kasus yang kini bergulir di meja hijau. Kesaksian mengenai kontrol ketat alat komunikasi ini memperkuat dugaan adanya skenario tertutup dalam pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di bawah kepemimpinan terdakwa Abdul Wahid.

“Jika ada yang tidak mengikuti arahan akan dievaluasi. Waktu itu, pak Abdul Wahid menyampaikan ke Kadis, silahkan sampai kan ke saya nanti akan saya evaluasi, kata Abdul Wahid waktu itu,” ujar Ardi Irfandi.***

Tags: abdul wahidHukumkasus korupsi
Share8Tweet5Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?
Hukum Kriminal

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

...

Read moreDetails
Kapolres Bengkalis Beberkan Modus Kurir Sabu 29 Kg: Jaringan Internasional Terendus Lewat Laporan Warga

Polisi Ungkap Jaringan Internasional di Balik Aksi Kejar-kejaran Kurir Sabu di Bengkalis

Izin Pertambangan Rakyat Kuansing Dipercepat, Masyarakat Butuh Solusi Legal Penambang Emas Lokal

Izin Pertambangan Rakyat Kuansing Dipercepat, Masyarakat Butuh Solusi Legal Penambang Emas Lokal

Polisi Sebut Penggeledahan Toko Emas di Kampar Berkaitan dengan PETI

Polisi Sebut Penggeledahan Toko Emas di Kampar Berkaitan dengan PETI

Perkara Dugaan Korupsi Abdul Wahid P21, Ketiga Tersangka Segera Disidangkan

Memori Banding Abdul Wahid Belum Diserahkan ke Pengadilan

Kota Newport Terima $20.000 untuk Lawan Fasilitas Imigrasi

Kota Newport Terima $20.000 untuk Lawan Fasilitas Imigrasi

Next Post
Cuaca Ekstrem Jadi Ujian Fisik Jemaah Calon Haji 2026, Minum Sedikit Tapi Sering

Cuaca Ekstrem Jadi Ujian Fisik Jemaah Calon Haji 2026, Minum Sedikit Tapi Sering

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.