BERTUAHPOS.COM — Plt Bupati Kuansing Mukhlisin mengingatkan seluruh ASN di Kuansing untuk berhati-hati dalam bekerja setelah Bupati nonaktif Suhardiman Amby terjerat kasus suap jabatan.
Peringatan ini dia sampaikan menyusul operasi tangkap tangan KPK beberapa waktu lalu sehingga tata kelola pemerintahan daerah kian disorot publik. Mukhlisin menekankan bahwa pengawasan terhadap kinerja aparatur semakin ketat pascakasus tersebut.
“Kami mengingatkan kepada semuanya untuk hati-hati, karena sejatinya pekerjaan kita memang diawasi,” ujar kepada awak media saat ditemui di Kantor Gubernur Riau, Kamis, 2 Juli 2026.
Dia menyebut bahwa kasus hukum yang menjerat Suhardiman Amby harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh kepala OPD dan ASN. Mukhlisin meminta jajarannya tidak mengulangi kesalahan serupa, terutama dalam dalam perumusan kebijakan.
Mukhlisin juga mangakui bahwa beberapa ASN di lingkungan Pemkab Kuansing sempat mengalami guncangan psikologis pasca-OTT KPK. Namun, kata dia, hal itu dapat dimaklumi sebagai reaksi wajar, karena semua orang terkejut.
“Biasalah kalau sudah seperti ini, biasa saja ada yang down,” kata Mukhlisin menggambarkan suasana di kalangan ASN. Ia menyatakan akan terus memberikan dukungan moril agar roda pemerintahan tetap stabil.
Pihaknya kini fokus memastikan pelayanan publik tidak terganggu dan seluruh program kerja berjalan sesuai rencana. Mukhlisin juga meminta dukungan masyarakat untuk mengawal jalannya pemerintahan yang bersih.
“Saya meminta dukungan seluruh masyarakat Kuansing agar kami bisa menjalankan amanah dengan baik,” tutupnya. Mukhlisin berjanji akan memimpin dengan penuh kehati-hatian sesuai arahan Plt Gubernur Riau saat menerima SK Plt Bupati Kuansing di kantor Gubernur Riau, Kamis, 2 Juli 2026.









