BERTUAHPOS.COM — Sekali lagi, Kota Pekanbaru, Riau, menjadi panggung strategis penguatan hubungan serumpun Indonesia-Malaysia melalui gelaran pameran pariwisata rumah singgah atau Homestay Tourism Showcase (HOTAS) 2026, yang mempertemukan pelaku industri kedua negara dalam forum bisnis berkelanjutan.
Ajang ini tidak hanya memamerkan destinasi wisata, melainkan dirancang sebagai katalis lahirnya paket-paket wisata bersama yang membuka peluang ekonomi lintas batas.
Ketua DPD ASITA Riau Dede Firmansyah menegaskan, HOTAS 2026 seperti langkah nyata yang membangun kemitraan bisnis secara jelas melalui forum Business to Business (B2B).
“Kami ingin membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara pelaku industri Indonesia dan Malaysia,” ujarnya kepada Bertuahpos, Jumat, 3 Juli 2026.
Riau memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga kolaborasi lintas negara harus terus diperkuat. Posisi ini menjadikan Riau sebagai simpul penting dalam rantai konektivitas pariwisata serumpun yang saling menguntungkan.
Forum B2B yang dihelat dalam HOTAS 2026 memfasilitasi pertemuan antara biro perjalanan, pengelola destinasi, dan pelaku usaha kreatif dari kedua belah pihak. Dari forum ini diharapkan semakin banyak paket wisata terintegrasi dapat dihadirkan kepada masyarakat, sehingga arus kunjungan wisatawan dari kedua negara terus meningkat.
Presiden Asosiasi Homestay Malaysia Dato’ Haji Sahariman bin Haji Hamdan menyadari betapa pentingnya pariwisata berbasis masyarakat bagi suatu daerah bahkan negara dalam skala yang besar. Ia menyebut hubungan serumpun yang telah dalam terjalin antara Riau dan Malaysia, sebagai fondasi alamiah yang memudahkan kolaborasi akan menjadi lebih erat.
“Kami berharap kerja sama ini semakin erat sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkuat pariwisata berbasis masyarakat di kedua negara,” kata Sahariman saat sesi diskusi.
Dato’ Haji Sahariman percaya kolaborasi seperti ini akan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama melalui program homestay dan desa wisata yang melibatkan warga lokal. Pertukaran praktik terbaik antara Asosiasi Homestay Malaysia dan ASITA adalah agenda prioritas.
“Kami berharap semakin banyak paket wisata bersama yang lahir, sehingga arus kunjungan wisatawan kedua negara terus meningkat,” katanya.









