BERTUAHPOS — Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (kode: MGLV) mulai Senin, 16 Juni 2025.
“Langkah ini diambil setelah terjadi lonjakan harga saham MGLV secara kumulatif yang dinilai signifikan dan perlu dilakukan cooling down,” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan resminya, Senin, 16 Juni 2025
Dia menyebut langkah suspensi dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai guna memberikan waktu yang memadai bagi investor untuk mempertimbangkan keputusan investasinya secara matang.
Selain itu, BEI juga menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) pada empat saham emiten lain, yaitu PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI), dan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE). Status UMA diberikan karena adanya lonjakan harga saham yang tidak wajar dalam waktu singkat.
Yulianto menegaskan, penetapan status UMA tidak otomatis mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap regulasi pasar modal. Namun, BEI akan melakukan pengawasan lebih lanjut terhadap pola transaksi keempat saham tersebut.
BEI mengimbau investor untuk mencermati keterbukaan informasi dari masing-masing perusahaan tercatat serta memperhatikan konfirmasi resmi yang diminta Bursa.
Investor juga disarankan mengevaluasi kembali aksi korporasi yang direncanakan, terutama jika belum mendapat persetujuan RUPS. “Pertimbangkan dengan matang berbagai kemungkinan risiko investasi yang dapat muncul di kemudian hari,” tutup Yulianto.
Data perdagangan sepekan terakhir:
- Saham JAWA naik 43,18% menjadi Rp189 per lembar.
- Saham KRAS melonjak 55,40% ke level Rp216 per lembar.
- Saham ASBI menguat 39,95% menjadi Rp585 per lembar.
- Saham CBRE terapresiasi 30,30% ke level Rp86 per lembar.
***








