BERTUAHPOS — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu, 14 Mei 2025, setelah menutup akhir pekan lalu di zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,07 persen ke level 6.832.
Penguatan IHSG pada Jumat, 9 Mei 2025, didorong oleh kenaikan 247 saham. Sementara itu, 341 saham tercatat melemah dan 217 saham lainnya stagnan. Meski indeks mencatat penguatan, nilai transaksi tercatat turun signifikan menjadi Rp9,01 triliun dibandingkan Rp14,86 triliun pada sesi perdagangan sebelumnya.
Analis WH Project, William Hartanto, dalam riset hariannya menyampaikan bahwa IHSG masih melanjutkan pengujian terhadap support trend line di level 6.800. Ia menyebut, meskipun terjadi penurunan nilai transaksi, belum terdapat indikasi terjadinya panic selling.
“Peluang penguatan IHSG hari ini masih terbuka dengan kisaran pergerakan antara 6.800 hingga 6.927,” ujar William dalam keterangannya.
Lebih lanjut, William mencatat adanya aksi jual bersih (net sell) asing di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat lalu senilai Rp498,78 miliar.
Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain Bank Mandiri (BMRI), Panin Financial (PNLF), Surya Semesta Internusa (SSIA), Astra International (ASII), serta GoTo Gojek Tokopedia (GOTO).
Secara teknikal, menurut William, IHSG sedang melakukan pullback untuk menguji kembali level 6.800 yang kini menjadi titik support baru. Ia menyebut, level tersebut terlihat mampu bertahan dalam pengujian teknikal, sehingga memberi sinyal positif untuk kemungkinan penguatan lebih lanjut.
“Selama level support ini bertahan, potensi kenaikan IHSG masih cukup kuat,” tegas William.
Dalam menghadapi sesi perdagangan hari ini, WH Project menggambarkan bahwa beberapa saham patut untuk diakumulasi. Saham-saham itu seperti Aneka Tambang (ANTM), Erajaya Swasembada (ERAA), Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (LSIP), dan Avia Avian (AVIA).
Hal ini dengan mempertimbangkan potensi teknikal dan tren harga yang masih positif pada masing-masing emiten tersebut. Dengan kondisi pasar yang mulai stabil dan dukungan teknikal yang cukup kuat, pelaku pasar diharapkan tetap selektif dan memanfaatkan peluang akumulasi pada saham-saham yang berpotensi menguat di tengah dinamika pasar saat ini.***








