BERTUAHPOS — Setelah berhasil menembus level psikologis 7.000 pada perdagangan Kamis, 15 Mei 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan masih punya peluang untuk melanjutkan tren penguatan pada akhir pekan ini.
Dilansir dari Ipot News, Jumat, 16 Mei 2025, IHSG tercatat ditutup menguat sebesar 0,86% ke level 7.040, didorong oleh sentimen positif dan aksi beli bersih investor asing yang mencapai Rp1,65 triliun.
Diprediksi, beberapa saham unggulan seperti BBRI, BMRI, ANTM, BBNI, dan BBCA menjadi incaran utama para investor pada sesi perdagangan kemarin.
Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, ada potensi bagi IHSG hari ini untuk menguji resistance di kisaran 7.080 hingga 7.100.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa apabila indeks gagal menembus level tersebut, koreksi teknikal masih mungkin terjadi.
Dalam riset hariannya, Fanny menyebutkan bahwa level support IHSG berada di rentang 6.950 hingga 7.000, dan selama belum ada konfirmasi breakout di atas 7.100, pergerakan pasar masih tergolong sensitif terhadap tekanan jual.
Di tengah situasi pasar yang dinamis, Fanny menyarankan pelaku pasar untuk mencermati beberapa saham pilihan yang dinilai menarik secara teknikal dan memiliki potensi kenaikan dalam jangka pendek.
Terdapat enam saham yang direkomendasikan oleh BNI Sekuritas untuk perdagangan akhir pekan ini.
Pertama, saham ANTM direkomendasikan untuk strategi buy on weakness, dengan area beli di Rp2.500–2.540 dan target terdekat di kisaran Rp2.620–2.700. Cut loss disarankan jika harga menembus di bawah Rp2.480.
Kedua, ADRO disarankan untuk dibeli secara spekulatif dengan area akumulasi di Rp1.910–1.915 dan target jangka pendek di Rp1.925–1.945. Cut loss berlaku jika harga turun di bawah Rp1.900.
Saham ketiga adalah AMRT, yang juga direkomendasikan secara spekulatif. Area beli berada di Rp2.400–2.410 dengan target kenaikan hingga Rp2.450–2.500 dan batas cut loss di Rp2.370.
Selanjutnya, saham RAJA direkomendasikan dengan strategi speculative buy, di area Rp2.140–2.160. Target harga jangka pendek ada di kisaran Rp2.180–2.220, sementara batas cut loss disarankan di bawah Rp2.120.
Kemudian, BRIS menjadi salah satu saham perbankan syariah yang masuk radar BNI Sekuritas. Dengan area beli di Rp2.870–2.900, saham ini diproyeksikan naik ke Rp2.930–2.980, namun perlu waspada jika harga menembus Rp2.840.
Terakhir, MBMA juga masuk dalam daftar spekulatif dengan area akumulasi di Rp360 dan target teknikal di Rp366–370. Cut loss direkomendasikan di bawah Rp354.
Dengan potensi penguatan IHSG hari ini yang masih terbuka dan dukungan dari aliran dana asing, pasar saham Indonesia berpeluang tetap menarik bagi investor pada penutupan pekan.
Meski begitu, strategi disiplin dan pengelolaan risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan pasar yang cepat berubah.***








