• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Obligasi Indonesia Berpeluang Lanjutkan Reli di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga BI

Ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia dorong potensi reli obligasi, yield tenor 10 tahun diprediksi turun hingga 5,5%.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
30 Oktober 2025
Ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia dorong potensi reli obligasi, yield tenor 10 tahun diprediksi turun hingga 5,5%.

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Obligasi Indonesia dinilai masih berpotensi melanjutkan reli hingga akhir 2025, seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kelanjutan pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).

Beberapa lembaga keuangan global dan nasional memperkirakan penurunan imbal hasil (yield) obligasi acuan tenor 10 tahun akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Nomura Holdings memperkirakan yield obligasi 10 tahun dapat turun hingga 5,75% pada akhir tahun dari posisi saat ini sekitar 6%. Sementara itu, Sucor Sekuritas memproyeksikan penurunan lebih dalam hingga 5,5%, didorong oleh sinyal dari BI yang membuka ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter. Manulife Aset Manajemen Indonesia juga melihat tren penurunan yield akan berlanjut di tengah prospek inflasi rendah dan stabilitas ekonomi makro.

“Ada tekanan penurunan pada yield, terutama di tenor pendek, akibat ekspektasi pelonggaran kebijakan BI,” ujar Nathan Sribalasundaram, ahli strategi suku bunga Nomura. Ia menilai fokus BI kini mulai bergeser dari stabilitas nilai tukar menuju kebijakan yang lebih pro-pertumbuhan.

BI sendiri menahan suku bunga acuan pada Oktober 2025 setelah tiga kali pemangkasan berturut-turut. Gubernur Perry Warjiyo menegaskan ruang pelonggaran masih terbuka mengingat inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi domestik belum mencapai kapasitas optimal. Data menunjukkan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun sempat menembus level di bawah 6% pada 16 Oktober sebelum kembali stabil.

Perubahan posisi Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati ke Purbaya Yudhi Sadewa sempat menimbulkan kekhawatiran investor mengenai potensi peningkatan belanja negara dan pelonggaran batas defisit fiskal. Namun, Purbaya menegaskan komitmennya terhadap disiplin fiskal, yang dinilai mulai memulihkan kepercayaan pasar.

“Menteri Keuangan baru sejauh ini menyampaikan pesan yang menenangkan. Meski ada dorongan untuk memperluas belanja, disiplin defisit 3% tampaknya masih akan dipertahankan,” kata Sribalasundaram.

Kendati begitu, tantangan masih ada. Kepemilikan asing terhadap obligasi pemerintah turun menjadi 13,7% dari total outstanding, dibanding 14% pada September, di tengah kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal dan independensi bank sentral. “Investor masih melihat peluang di pasar obligasi Indonesia, namun dengan sikap lebih hati-hati,” ujar Mitul Kotecha dari Barclays.

Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve AS turut memperkuat sentimen positif terhadap obligasi domestik. Kepala riset Sucor Sekuritas, Ahmad Mikail Zaini, menilai peningkatan likuiditas akibat penempatan dana pemerintah di bank-bank BUMN dan penurunan surat berharga BI akan menjadi katalis tambahan bagi minat investor terhadap obligasi tenor panjang.***


Sumber: Bloomberg

 

Tags: saham
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Sektor Tambang Pimpin Reli, IHSG Dibuka Menguat
Ekonomi

Sektor Tambang Pimpin Reli, IHSG Dibuka Menguat

...

Read moreDetails
saham tech investor generasi z. IHSG Anjlok 4,55% dalam Sepekan

IHSG Melemah ke 6.026, Stable Outlook S&P Buka Peluang Reli ke 6.150

saham tech investor generasi z. IHSG Anjlok 4,55% dalam Sepekan

IHSG Anjlok 4,55% dalam Sepekan, Transaksi Harian Merosot Terseret Sentimen AI dan Koreksi Komoditas Logam

BEI Perketat Pengawasan Saham Gorengan

BEI Perketat Pengawasan Saham Gorengan

IHSG Menguat, MSCI Sorot Transparansi Pasar Modal RI

IHSG Menguat, MSCI Sorot Transparansi Pasar Modal RI

Antrean IPO di Bursa Efek Indonesia Menyusut

Antrean IPO di Bursa Efek Indonesia Menyusut

Next Post

KHAS Pekanbaru Hadirkan Promo “Poolside Vibes”, Nikmati Berenang Seru Hanya Rp50 Ribu per Orang

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.