BERTUAHPOS — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) terhadap enam saham mulai sesi I perdagangan Jumat, 23 Januari 2026. Kebijakan ini diambil menyusul kenaikan harga saham kumulatif yang dinilai signifikan dalam periode tertentu.
Enam saham yang disuspensi tersebut meliputi PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA), PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO), PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), dan PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS).
Dilansir dari Investor.id, BEI menjelaskan, suspensi dilakukan sebagai langkah cooling down guna melindungi investor dari potensi risiko akibat pergerakan harga yang tidak wajar.
Berdasarkan data perdagangan, saham VISI mencatat kenaikan sebesar 188,9% dalam satu bulan terakhir. Saham TIRT melonjak 301,7%, disusul NATO yang naik 216,4%. Sementara itu, saham AIMS menguat 110% dan IBOS naik 106,8% dalam periode yang sama. Adapun saham ZBRA tercatat stagnan dalam sebulan terakhir.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, mengatakan penghentian sementara perdagangan bertujuan memberi ruang bagi investor untuk mencermati informasi yang tersedia sebelum mengambil keputusan investasi.
“Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor agar dapat mempertimbangkan secara matang setiap keputusan investasinya berdasarkan informasi yang ada,” ujar Yulianto dalam keterbukaan informasi BEI.
Ia juga mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk terus memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing emiten.
Selain melakukan suspensi, BEI pada hari yang sama juga membuka kembali suspensi terhadap enam saham. Saham-saham tersebut yakni PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO), dan PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP).
Dengan dibukanya suspensi tersebut, investor dapat kembali melakukan transaksi atas saham-saham terkait mulai sesi I perdagangan di pasar reguler dan pasar tunai, Jumat, 23 Januari 2026.***








