• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

PERTAMINA: 21 SPBU di Riau Terkena Pembatasan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 Agustus 2014
102
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I Sumbagut wilayah Riau menyatakan 21 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dari 134 SPBU di provinsi itu terkena pemberlakuan pembatasan waktu penjualan bahan bakar minyak bersubsidi.

“Mulai hari ini kami beritahukan bahwa waktu pembelian solar bersubsidi atau biosolar pada 21 SPBU dari 134 SPBU hanya dibolehkan sejak pukul 08.00 Wib sampai 18.00 Wib,” ujar Marketing Branch Manager Pertamina Riau Sumbar Ardyan Adhitia di Pekanbaru, Senin (4/8/2014).

Ia menjelaskan, ke-21 unit SPBU tersebut terdapat tujuh kabupaten/kota dari 12 daerah di Riau seperti Rokan Hulu ada lima unit, kemudian Indragiri Hilir empat unit, lalu Dumai, Indragiri Hulu dan Kampar masing-masing tiga unit SPBU.

Sedangkan dua daerah lagi yakni Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ada dua unit SPBU dan Kabupaten Rokan Hilir terdapat hanya satu SPBU. “Untuk Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kepulauan Meranti, kebijakan pembatasan penjualan solar bersubsidi akan berlaku pada tahap berikutnya,” katanya.

Jika dilihat dari jumlah SPBU di Riau, lanjutnya, paling banyak jumlah SPBU terdapat di Kota Pekanbaru dengan jumlah sekitar 50 unit yang sehari-hari melayani penjualan bahan bakar minyak bersubsidi baik jenis premium dan biosolar.

“Kalau mengacu dari jumlah, memang betul. Tapi kebijakan BPH (Badan Pengatur Hilir) minyak dan gas bumi, lebih kepada daerah-daerah yang lokasi SPBU cukup berdekatan dengan sektor industri. Bukan berada di jalur transpotasi umum dan logistik,” jelasnya.

Perseroan Terbatas Pertamina telah mengumumkan bahwa pihaknya mulai membatasi penjualan bahan bakar minyak bersubsidi untuk menjaga konsumsi, agar tidak melebihi kuota APBN Perubahan 2014 sebesar 46 juta kiloliter.

Wakil Presiden Komunikasi Pertamina Ali Mundakir di Jakarta pada pekan lalu mengatakan pembatasan yang dilakukan tersebut sesuai dengan Surat Edaran BPH Migas Nomor 937/07/Ka BPH/2014 tertanggal 24 Juli 2014.

“Kami akan mulai mengimplementasikan pembatasan BBM bersubsidi yang dimulai solar per 1 Agustus 2014 di wilayah Jakarta Pusat,” katanya. Selanjutnya, mulai 4 Agustus 2014, penjualan solar bersubsidi di SPBU di wilayah tertentu seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali akan dibatasi dimulai pukul 08.00 – 18.00 waktu setempat.

Wilayah tertentu tersebut difokuskan pada kawasan industri, pertambangan, perkebunan dan sekitar pelabuhan yang rawan penyalahgunaan solar bersubsidi. “Sementara itu, SPBU yang terletak di jalur utama distribusi logistik, tidak dilakukan pembatasan waktu penjualan solar,” katanya.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro dan Kepala BPH Migas Andy N Sommeng sebelumnya mengatakan, pemerintah akan melakukan pengendalian agar kuota BBM mencukupi 46 juta kiloliter.

Pertamina memperkirakan tanpa dilakukan pengendalian maka kuota solar subsidi akan habis pada 30 November dan premium hanya cukup sampai 19 Desember 2014.

Undang-undang Nomor 12 Tahun 2014 tentang APBN Perubahan 2014 telah mengamanatkan pengurangan kuota BBM bersubsidi dari 48 juta menjadi 46 juta kiloliter.(Bisnis)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Rekomendasi 7 HP dengan Kamera OIS Terbaik 2026, Ada Samsung hingga OPPO
Teknologi

Rekomendasi 7 HP dengan Kamera OIS Terbaik 2026, Ada Samsung hingga OPPO

...

Read moreDetails
Inilah 4 Tempat Wisata di Majalengka yang Jadi Favorit, Punya Spot Foto Instagramable

Inilah 4 Tempat Wisata di Majalengka yang Jadi Favorit, Punya Spot Foto Instagramable

Dampak Kabut Asap, Disdikpora Kuansing Alihkan Pembelajaran ke PJJ 6–7 Oktober

Rekomendasi 4 Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berjerawat dan Sensitif

Rekomendasi 4 Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berjerawat dan Sensitif

Rekomendasi Sepatu Running Ortuseight Hargnya di Bawah Rp1 Jutaan

Rekomendasi Sepatu Running Ortuseight Harganya di Bawah Rp1 Jutaan

Insentif Hedging Hadir di Tengah Dilema Bank Indonesia

Insentif Hedging Hadir di Tengah Dilema Bank Indonesia

Next Post

Pekanbaru Masih Dirundung Cuaca Tak Menentu

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.