BERTUAHPOS — Harga emas global berpotensi terguncang setelah Amerika Serikat menetapkan tarif impor pada komoditas emas batangan.
Menurut Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP), kebijakan itu berpotensi merugikan sektor pengolahan emas Swiss dan mengguncang pasar logam mulia dunia.
Financial Times dalam laporannya mengungkap bahwa kebijakan tersebut diberlakukan berdasarkan surat keputusan tertanggal 31 Juli, yang menetapkan emas batangan 1 kilogram dan 100 ons — dua format perdagangan paling umum — masuk dalam kode bea cukai yang dikenakan tarif.
Tarif ini merupakan bagian dari kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang menargetkan puluhan mitra dagang, termasuk Swiss.
Trump telah menetapkan tarif 39% terhadap produk asal Swiss pada Jumat lalu setelah menolak tawaran Bern untuk tarif 10% sebagai imbalan investasi senilai USD150 miliar ke AS.
Pada awal perang tarif yang dimulai April lalu, sejumlah komoditas — termasuk beberapa jenis bullion — sempat dibebaskan dari pungutan.
Namun, keputusan CBP yang dipicu permintaan kilang emas Swiss menyatakan bahwa emas batangan 1 kilogram dan 100 ons tergolong sebagai barang “semi-manufaktur” dan bukan “emas tidak terolah, non moneter” yang dikecualikan dari tarif.
Swiss merupakan pusat pemurnian emas terbesar dunia, dengan bullion sebagai salah satu ekspor terbesarnya ke AS.
Kebijakan ini diperkirakan langsung memengaruhi arus perdagangan emas antara kedua negara dan harga emas global bisa terguncang.
Menurut laporan Bloomberg, sejumlah pelaku pasar mengaku belum jelas apakah tarif tersebut sudah berlaku efektif atau belum, namun beberapa menduga CBP telah mengambil kebijakan yang keliru.
Mereka menyebut, bahwa ini adalah keputusan yang mengejutkan dan diprediksi berpotensi digugat secara hukum.
Mantan pedagang logam di JPMorgan Chase, Robert Gottlieb, mengaku tidak pernah membayangkan emas batangan akan dikenakan tarif.
Sementara itu, Christoph Wild, Presiden Asosiasi Pembuat dan Pedagang Logam Berharga Swiss, tegas menyebut bahwa emas yang dilebur kembali seharusnya tidak dikenakan tarif impor.
Para analis memperingatkan kebijakan ini dapat mengganggu pasar emas global.
Emas selama ini menjadi aset perlindungan nilai yang aman di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi. Tahun 2025, harga emas sudah melonjak 27% sejak akhir 2024.
Setelah laporan Financial Times beredar, kontrak berjangka emas di New York melonjak ke rekor tertinggi. Kontrak Desember pada Jumat pagi tercatat mencapai USD3.534 per ons, memecahkan rekor sebelumnya.***









