BERTUAHPOS — Harga perak dunia kembali melanjutkan tren penguatan dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026. Lonjakan harga ini menegaskan posisi perak sebagai salah satu aset safe haven yang paling agresif reli di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Mengutip CNBC, harga perak sempat menyentuh level tertinggi di US$ 93,35 per troy ons, sebelum bertahan di kisaran US$ 93,02 per troy ons, atau menguat sekitar 5,06% dalam satu sesi perdagangan. Sementara itu, harga perak spot juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 3,55% ke level US$ 93,16 per troy ons.
Reli harga perak terjadi seiring meningkatnya aksi investor global yang memburu aset lindung nilai. Ketegangan geopolitik, risiko ekonomi global, serta ketidakpastian kebijakan moneter mendorong peralihan dana dari aset berisiko ke instrumen berbasis logam mulia.
Perak dinilai semakin menarik karena memiliki dua karakter sekaligus, yakni sebagai safe haven dan sebagai logam industri. Kombinasi tersebut membuat perak memiliki daya dorong permintaan yang lebih luas dibandingkan emas.
Lonjakan harga perak juga dipicu oleh langkah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengumumkan kenaikan tarif impor terhadap delapan negara Eropa. Kebijakan tersebut dinilai menambah tekanan terhadap kawasan zona euro, terutama di tengah memanasnya isu geopolitik terkait ambisi Amerika Serikat terhadap wilayah Greenland.
Trump menyatakan tarif impor akan dinaikkan hingga 25%, dari sebelumnya 10%, mulai 1 Juni 2026 apabila tidak tercapai kesepakatan perdagangan. Negara-negara Eropa pun dikabarkan tengah menyiapkan tarif balasan dan langkah penanggulangan ekonomi yang lebih luas.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi perang dagang baru, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan memperbesar volatilitas pasar keuangan.
Sebelumnya, analis dari bank investasi global Citi memperkirakan harga perak masih memiliki ruang kenaikan signifikan. Citi memproyeksikan harga perak berpotensi menembus US$ 100 per troy ons pada kuartal I 2026.
Tim ahli strategi Citi yang dipimpin oleh Kenny Hu menyebutkan bahwa proyeksi tersebut ditopang oleh sejumlah faktor utama, antara lain:
- Meningkatnya risiko geopolitik global,
- Kekurangan pasokan perak fisik yang bersifat struktural,
- Serta ketidakpastian terhadap independensi Federal Reserve (The Fed).
Citi juga menyatakan optimisme bahwa reli perak dalam siklus ini berpeluang mengungguli emas, meskipun dalam jangka panjang logam dasar lainnya diperkirakan mulai menarik perhatian investor.
Sepanjang 2025 hingga awal 2026, perak mencatatkan performa yang jauh lebih agresif dibandingkan emas. Volatilitas yang lebih tinggi membuat perak menjadi pilihan investor dengan toleransi risiko lebih besar yang mencari potensi imbal hasil maksimal di tengah krisis global.
Selain faktor geopolitik, permintaan perak dari sektor industri, termasuk energi terbarukan dan teknologi, juga turut memperketat pasokan global dan memperkuat tren kenaikan harga.
Rekor baru harga perak di atas US$ 93 per troy ons menegaskan bahwa pasar global sedang berada dalam fase risk-off. Ketegangan geopolitik, ancaman perang dagang, serta ketidakpastian kebijakan moneter global menjadi katalis utama reli logam mulia.
Dengan proyeksi harga yang berpeluang menembus US$ 100 per troy ons, perak semakin dipandang sebagai aset strategis dalam portofolio investasi di tengah badai ketidakpastian ekonomi dunia.***
harga perak hari ini









