BERTUAHPOS – Harga emas global berada di jalur penguatan bulanan pada Agustus 2025. Kenaikan ini dipicu pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) pada September mendatang.
Pada perdagangan Jumat (29/8) pukul 14.41 WIB, harga emas spot melemah 0,24% menjadi USD3.408,71 per ons karena aksi ambil untung. Namun, sepanjang Agustus emas masih menguat 3,7% dan sempat menyentuh USD3.423,16 per ons, tertinggi sejak 23 Juli 2025. Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak Desember turun 0,21% ke level USD3.467,00 per ons.
Pelemahan dolar AS membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga menopang permintaan logam mulia. Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, menyebut emas tetap menjadi aset utama menjelang era kebijakan moneter longgar di AS mulai September.
Dari sisi kebijakan, Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan mendukung pemangkasan suku bunga jangka pendek bulan depan, dengan kemungkinan penurunan lanjutan dalam tiga hingga enam bulan berikutnya. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September mencapai 86%.
Investor kini menunggu rilis Indeks Harga PCE (Personal Consumption Expenditures), indikator inflasi pilihan The Fed, yang dijadwalkan keluar Jumat. Data ini akan menjadi sinyal penting arah kebijakan moneter selanjutnya.
“Jika data PCE inti bertahan di 0,3% per bulan, ekspektasi pasar atas pemangkasan suku bunga akan semakin kuat,” jelas Waterer.
Selain emas, harga logam mulia lain pada Jumat pagi juga melemah. Harga perak spot turun 0,6% ke USD38,82 per ons, platinum merosot 1,2% ke USD1.343,80 per ons, dan paladium terkoreksi 0,4% menjadi USD1.097,73 per ons.***









