BERTUAHPOS — Harga emas dunia menguat signifikan pada perdagangan Senin, 21 Juli 2025. Kenaikan harga emas dipicu oleh pelemahan nilai tukar dolar AS serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
Pasar juga tengah mencermati perkembangan negosiasi tarif menjelang tenggat kesepakatan pada 1 Agustus 2025. Dilansir dari Reuters, berikut adalah pergerakan harga sejumlah logam mulia utama:
- Emas spot naik 1,3% menjadi US$3.394,23 per ons
- Emas berjangka naik 1,4% ke US$3.406,40 per ons
- Perak menguat 2,1% ke US$38,99 per ons
- Platina naik 1,4% ke US$1.440,75 per ons
- Palladium melonjak 2,1% ke US$1.266,04 per ons
Penguatan harga emas terjadi akibat melemahnya indeks dolar membuat logam mulia yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli global yang menggunakan mata uang lain.
Selain itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun tercatat menyentuh titik terendah dalam lebih dari sepekan terakhir.
“Dengan tenggat yang kian dekat, pasar menjadi tidak pasti dan itu jelas mendukung harga emas,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.
Ketidakpastian juga meningkat setelah Uni Eropa mengisyaratkan rencana untuk memberlakukan serangkaian tindakan balasan terhadap AS, menyusul minimnya harapan tercapainya kesepakatan dagang yang adil dalam waktu dekat.
Dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar kini memprediksi peluang sebesar 59% bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga acuannya pada September mendatang.
Sentimen ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kinerja The Fed di bawah kepemimpinan Jerome Powell.
“Semakin kuat pembicaraan tentang pemangkasan suku bunga lebih awal dari perkiraan, semakin besar pula dukungan terhadap harga emas,” tambah Meger. “Ketidakpastian dan ekspektasi suku bunga rendah adalah kombinasi ideal bagi emas.”
Kondisi ini membuka peluang bagi investor untuk kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak ekonomi dan ketidakpastian global.***









