BERTUAHPOS — Harga emas dunia terus menunjukkan tren penguatan dan berpotensi menembus level US$3.400 per troy ounce dalam pekan ini. Sejumlah sentimen positif, baik dari dalam negeri Amerika Serikat (AS) maupun konflik global, menjadi pendorong utama lonjakan harga logam mulia tersebut.
Mengutip data perdagangan terbaru, harga emas global ditutup menguat 0,34% ke posisi US$ 3.350,4. Ini semakin mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) yang tercatat di level US$ 3.500 pada April lalu.
Analis komoditas dan keuangan, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa meningkatnya ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dengan Ketua The Fed Jerome Powell menjadi salah satu pemicu utama reli harga emas. Bahkan, rumor pemakzulan Powell mulai santer terdengar, terutama setelah Partai Republik di Kongres menunjukkan dukungan terhadap langkah tersebut.
“Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran tentang independensi The Fed. Investor pun memilih memindahkan asetnya ke instrumen yang lebih aman, seperti emas,” ujar Ibrahim pada Minggu 20 Juli 2025.
Selain konflik internal AS, tensi geopolitik di kawasan Eropa dan Timur Tengah juga turut memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven. Para pemodal global semakin agresif memburu emas untuk menghindari risiko dari ketidakpastian global yang terus berlanjut.
Ibrahim juga menyoroti kekhawatiran pasar terhadap pertumbuhan utang pemerintah AS. Disahkannya Undang-undang pembaruan tarif impor oleh pemerintah AS membuka peluang bagi penambahan utang baru yang bisa melebihi US$ 3 triliun.
“Hal ini memicu kekhawatiran terhadap kestabilan fiskal AS, dan semakin mendorong investor mencari perlindungan di emas,” jelasnya.
Di tengah kondisi ini, Ibrahim memprediksi harga emas masih akan melanjutkan tren positif baik secara harian maupun mingguan. Ia juga memperkirakan indeks dolar AS akan bergerak di kisaran support 97,5 hingga resistance 99,7.
“Spekulasi pasar saat ini mengarah pada kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi, karena inflasi masih berada di kisaran target dan data ekonomi AS masih cukup kuat,” imbuhnya.
Dengan beragam sentimen tersebut, harga emas dinilai masih punya ruang untuk terus menguat dalam waktu dekat, menjadikannya salah satu instrumen investasi paling diminati di tengah ketidakpastian global.***









