BERTUAHPOS — Ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik dan ekonomi diperkirakan akan mendorong harga emas menembus level US$ 5.000 per troy ons lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Kondisi ini memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah meningkatnya risiko global.
Direktur Strategi Komoditas BNP Paribas, David Wilson, menilai emas terus menunjukkan kinerja kuat saat ketidakpastian meningkat. Ia menyebut sepanjang tahun lalu (2025) harga emas bergerak naik dan mencetak rekor tertinggi seiring tekanan geopolitik dan kebijakan ekonomi global yang tidak menentu.
Wilson mengungkapkan terdapat dua faktor utama yang saat ini mendorong harga emas ke level tertinggi baru. Faktor pertama berasal dari kebijakan tarif dagang Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap sejumlah negara Eropa, yang turut dibayangi tekanan geopolitik terkait wilayah Greenland.
Faktor kedua adalah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve (The Fed) serta arah kebijakan suku bunga ke depan. Ketidakpastian tersebut dinilai memicu arus dana investor global beralih ke emas sebagai aset yang lebih aman.
Saat ini, harga emas dunia telah bergerak di kisaran US$ 4.700 per troy ons. Menurut Wilson, jarak menuju level US$ 5.000 per troy ons relatif dekat dan bukan target yang sulit dicapai. “Potensi kenaikan lanjutan masih terbuka lebar apabila ketidakpastian global terus berlanjut sepanjang 2026,” katanya.***









