BERTUAHPOS — Harga emas dunia mencetak rekor baru menembus level psikologis USD3.900 per ons pada Senin pagi, 6 Oktober 2025. Kenaikan tajam itu dipicu permintaan terhadap meningkat terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian politik Amerika Serikat serta ekspektasi kuat terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.
Berdasarkan data Reuters dan Bloomberg, harga emas spot naik 0,48% ke posisi USD3.905,03 per ons pada pukul 08.10 WIB, setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di USD3.919,59 per ons. Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember juga menguat 0,43% menjadi USD3.925,80 per ons.
Lonjakan harga ini terjadi di tengah krisis politik di Washington. Pemerintahan Trump menghadapi penutupan sebagian aktivitas pemerintah (government shutdown) setelah negosiasi dengan Partai Demokrat belum menemui titik temu. Pejabat Gedung Putih bahkan memperingatkan adanya potensi pemutusan hubungan kerja massal terhadap pegawai federal jika kebuntuan terus berlanjut.
Dari sisi moneter, Gubernur The Fed Stephen Miran menyerukan agar bank sentral mengambil langkah pemangkasan suku bunga yang lebih agresif. Menurutnya, kebijakan ekonomi pemerintahan Trump memperlambat pertumbuhan ekonomi AS, sehingga pelonggaran moneter diperlukan.
Data FedWatch Tool CME Group menunjukkan pasar memperkirakan peluang 95% pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober, serta 83% peluang langkah serupa pada Desember. Lingkungan suku bunga rendah umumnya menjadi katalis positif bagi harga emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap.
Sepanjang 2025, harga emas sudah melonjak 49% setelah naik 27% pada 2024. Lonjakan ini didorong pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia, meningkatnya permintaan ETF berbasis emas, pelemahan dolar AS, serta minat investor ritel terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan perdagangan global.
Permintaan emas fisik di India juga meningkat tajam pekan lalu meski harga mencapai rekor tertinggi. Momen perayaan festival besar mendorong masyarakat melakukan pembelian emas di negara konsumen emas terbesar kedua setelah China. Adapun pasar China tutup karena libur nasional.
Sementara itu, kepemilikan SPDR Gold Trust—ETF emas terbesar di dunia—sedikit menurun 0,08% menjadi 1.014,88 metrik ton pada Jumat (3/10), dari 1.015,74 ton sehari sebelumnya. Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot stabil di USD47,98 per ons, platinum naik 0,5% menjadi USD1.613,15, dan paladium menguat 0,2% ke posisi USD1.263 per ons.***









