BERTUAHPOS — Harga emas di Pegadaian kembali bergerak naik pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026. Kenaikan terlihat pada produk Tabungan Emas maupun emas batangan, seiring tren penguatan komoditi itu di tingkat global dan minat lindung nilai investor ritel.
Berdasarkan data resmi dari Sahabat Pegadaian, harga beli Tabungan Emas ditetapkan sebesar Rp28.860 per 0,01 gram, sementara harga jual berada di level Rp27.700 per 0,01 gram. Angka ini mencerminkan kenaikan dibandingkan perdagangan sebelumnya, Rabu, 5 Februari 2026.
Adapun selisih antara harga beli dan jual masih berada pada rentang wajar, sehingga Tabungan Emas tetap diminati masyarakat sebagai instrumen investasi yang fleksibel dan mudah diakses, khususnya untuk akumulasi jangka menengah hingga panjang.
Sementara itu, harga emas batangan Galeri24 juga terpantau menguat. Untuk ukuran 0,5 gram, harga dipatok Rp1.566.000, sedangkan 1 gram dijual di level Rp2.984.000. Kenaikan ini sejalan dengan pergerakan logam mulia dunia yang masih bertahan di area tinggi.
Pada ukuran menengah, emas batangan 2 gram dibanderol Rp5.897.000, 5 gram sebesar Rp14.634.000, dan 10 gram mencapai Rp29.190.000. Level harga ini menjadi rujukan investor ritel yang mulai melakukan diversifikasi aset.
Untuk denominasi besar, Galeri24 25 gram tercatat Rp72.584.000, 50 gram Rp145.052.000, dan 100 gram menembus Rp289.962.000. Sementara itu, ukuran 250 gram dijual Rp723.123.000 dan 500 gram mencapai Rp1.446.245.000.
Emas batangan merek UBS juga mencatat harga lebih tinggi dibanding Galeri24. Denominasi 0,5 gram UBS berada di Rp1.621.000, 1 gram Rp2.999.000, dan 2 gram Rp5.951.000, mencerminkan perbedaan merek dan biaya cetak.
Untuk ukuran besar UBS, harga 25 gram mencapai Rp72.997.000, 50 gram Rp145.693.000, dan 100 gram Rp291.272.000. Perbedaan harga ini menjadi pertimbangan investor dalam memilih produk emas batangan.
Analis menilai pergerakan di tingkat domestik masih dipengaruhi sentimen global, termasuk ekspektasi suku bunga dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut mendorong emas tetap menjadi aset aman (safe haven) pilihan investor.
Dengan tren harga yang masih relatif kuat, emas dinilai tetap relevan sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan nilai tukar. Masyarakat diimbau mencermati selisih harga beli-jual serta menyesuaikan strategi investasi dengan tujuan keuangan masing-masing.***









