Harga Sembako Di Pekanbaru Belum Stabil

Minggu, 21 Juli 2013 10:04

 BERTUAHPOS (PEKANBARU) – Pasca naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) harga-harga sembilan Kebutuhan pokok (sembako) di Kota Pekanbaru belum stabil, ada yang sudah turun, akan tetapi ada juga yang malah mengalami kenaikan.

Data Sembako yang di kumpulkan Dinas Perindustrian (Disperindag) Kota. Pekanbaru, Jum’at (19/7/2013) harga-harga sebahagian hasil pertanian turun. Seperti cabe merah asal Jawa dan Medan tadinya Rp50.000 kini turun menjadi Rp36.000 perkilogram.

Tomat yang tadinya Rp7.000, kini turun menjadi Rp.6.000. Harga ayam ras juga turun dari harga sebelumnya Rp25.000 menjadi Rp24.000  perkilogramnya.

“Harga cabai turun Rp14.000 perkilogramnya,” Ucap Kepala Seksi (Kasi) Meterologi Disperindag Pekanbaru Mega Miko.

Baca: Sekdaprov Riau: Februari Sudah Singel Salary

 Bukan hanya itu terang Miko, harga cabe rawit juga ikut turun dari Rp40.000 menjadi Rp36.000 perkilogramnya. Selain ada yang turun, kebutuhan pokok lainnya ada juga yang naik. Seperti kentang, buncis, wortel, cabe hijau dan jenis -jenis ikan.

Menurut pedagang ini di karenakan pasokannya terbatas pasca puasa sementara permintaan meningkat. Apalagi menjelang lebaran nanti ini merupakan kebutuhan utama untuk bahan membuat lontong dan rendang.

Miko juga membenarkan besaran kenaikannya bervariasi, seperti kentang besar dan kecil naik Rp1.000-Rp2.000 perkilogramnya. Cabe hijau naik Rp4.000 menjadi Rp4.800 perkilogramnya. Buncis dan wortel  juga ikut naik menjadi Rp10.000 perkilogramnya.

“Sementara untuk beras harganya kini masih stabil, Beras Palembang Rp9.500 perkilogramnya, Mundam /AD Rp10.500 perkilogramnya, ramos Rp10.000 perkilogramnya. Gula Rp12.500 perkilogramnya, minyak curah Rp9.500 perkilogramnya,” tandasnya.(wan)