• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Oktober 4, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Perusahaan China Mulai Lirik Afrika dan Kaledonia Baru, Nikel Indonesia Terancam Ditinggal?

Reni by Reni
6 Juni 2026
Perusahaan China Mulai Lirik Afrika dan Kaledonia Baru, Nikel Indonesia Terancam Ditinggal?

Foto: Ilustrasi / AI

223
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Dominasi nikel Indonesia di panggung global mendapat ancaman serius seiring langkah sejumlah perusahaan asal China yang mulai menjajaki peluang investasi di negara lain.

Grup Tsingshan dikabarkan tengah mempertimbangkan pengembangan proyek besar di Madagaskar, sementara Lygend Resources menjajaki proyek nikel di Tanzania dan berupaya menghidupkan kembali operasi Koniambo di Kaledonia Baru.

Sumber industri yang dikutip Reuters mengatakan, langkah diversifikasi investasi perusahaan-perusahaan China itu terjadi di tengah meningkatnya tekanan kebijakan di Indonesia yang dinilai mulai menguji model investasi yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan pesat industri nikel nasional.

Sebelumnya, perusahaan-perusahaan tersebut justru menjadi motor utama pembangunan smelter dan kawasan industri yang menjadikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan global industri nikel, terutama setelah pemerintah melarang ekspor bijih nikel pada 2020.

“Tekanan kebijakan yang meningkat di Indonesia dinilai menguji model investasi yang selama ini mendorong pertumbuhan pesat industri nikel nasional,” demikian menurut sumber industri yang dikutip Reuters.

Berdasarkan data U.S. Geological Survey, pangsa produksi nikel tambang Indonesia melonjak menjadi lebih dari 60 persen produksi global pada 2025, naik tajam dari sekitar 30 persen pada 2020.

Lonjakan produksi berbiaya rendah yang didukung investor China itu mendorong pasar nikel global mengalami surplus, menekan harga, dan memaksa sejumlah produsen berbiaya tinggi seperti Glencore, BHP, dan Sumitomo menutup atau menghentikan sebagian operasinya.

Dinamika ini mulai bergeser sejak Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden pada akhir 2024 dan berupaya meningkatkan penerimaan negara untuk mendanai berbagai program pemerintah.

Salah satu program terbesar yang membutuhkan pendanaan jumbo adalah program makan bergizi gratis senilai sekitar 20 miliar dolar AS.

Pada akhir Mei lalu, Prabowo mengumumkan rencana pengendalian ekspor batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy melalui mekanisme terpusat oleh negara.

Meski nickel pig iron (NPI) yang menjadi produk utama produsen China kemudian disebut tidak termasuk dalam skema tersebut, usulan kebijakan itu tetap memicu kekhawatiran serius di kalangan investor mengenai stabilitas iklim regulasi nikel Indonesia ke depan.

Tags: bisnisekonomiInternasionalNikel Indonesiapertambangan
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Reni

Reni

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah
Ekonomi

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

...

Read moreDetails
Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

Next Post
Karhutla Belum Padam, Plt Gubernur Riau “Terimakasih Atas Kerja Keras Satgas”

Karhutla Belum Padam, Plt Gubernur Riau “Terimakasih Atas Kerja Keras Satgas”

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.