BERTUAHPOS.COM — Pemprov Riau mendorong memperkuat pemberdayaan kelompok disabilitas lewat kemitraan usaha, inkubasi, dan sertifikasi legalitas. Langkah ini mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan strategi itu dalam Riau Investment Award & Riau Investment Forum di Pekanbaru, Jumat, 14 Agustus 2026. Ia menegaskan pembukaan akses kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM menjadi kunci agar dampak investasi dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau ada kebutuhan perusahaan yang dapat dipenuhi oleh UMKM daerah, beri mereka kesempatan. Buka akses pasarnya, bangun kemitraannya, berikan ruang agar UMKM kita bisa masuk ke dalam rantai usaha yang lebih besar,” ujarnya.
Selain UMKM pada umumnya, Pemprov Riau memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha dan pekerja dari kelompok penyandang disabilitas. Pemerintah daerah menggandeng dunia usaha untuk menjalankan program pelatihan, pendampingan teknis, serta inkubasi demi kemandirian ekonomi kelompok rentan.
Pemprov Riau menyiapkan serangkaian dukungan teknis bagi pelaku usaha disabilitas agar produk mereka memenuhi standar pasar. Intervensi ini dirancang untuk memperkuat posisi tawar produk UMKM disabilitas di pasar lokal maupun nasional.
“Dukungan teknis juga mencakup pembenahan standar dapur produksi guna menjamin keamanan serta mutu pangan produk UMKM penyandang disabilitas. Legalitas merek, hak cipta, dan kekayaan intelektualnya kita fasilitasi agar produk yang dihasilkan memiliki perlindungan hukum dan bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Sebagai wadah pemandirian ekonomi, Pemprov Riau telah membentuk koperasi disabilitas yang kini beranggotakan sekitar 300 orang. Koperasi tersebut berfungsi menghimpun anggota, menyelenggarakan pelatihan keterampilan, serta mengelola pemasaran produk secara terpadu.
“Buka akses pasarnya, bantu pengembangan produknya, dan berikan kesempatan kerja sesuai kemampuan mereka. Kami ingin seluruh perusahaan yang hadir menjadi mitra aktif dan memberikan kesempatan kerja yang setara,” ajak SF Hariyanto.
Pemerintah daerah melihat koperasi disabilitas sebagai instrumen penting untuk mempercepat pemberdayaan ekonomi kelompok rentan. Melalui kelembagaan koperasi, para anggota memperoleh akses pelatihan dan pemasaran yang lebih terstruktur.
Dalam forum itu, Pemprov Riau juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah harus menyentuh kelompok marginal agar tidak ada masyarakat yang tertinggal. Perusahaan besar didorong menyerap produk lokal ke dalam rantai pasok industri sebagai bentuk kontribusi nyata.
Riau Investment Award & Riau Investment Forum menjadi momentum memperkuat kolaborasi dunia usaha dengan pemerintah daerah. Kegiatan ini diharapkan menciptakan ekosistem investasi yang tidak hanya berorientasi keuntungan, tetapi juga keberpihakan pada pemberdayaan kelompok disabilitas.
“Dengan kemitraan yang terbuka dan akses pasar yang setara, kelompok disabilitas dapat menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah. Ini langkah inklusif yang kita dorong bersama,” katanya.









