BERTUAHPOS — PT Pegadaian membuka peluang memisahkan unit usaha atau melakukan spin off bullion bank jika kinerja bisnis bank emas tersebut terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengatakan peluang spin off bisa terealisasi jika kontribusi bullion bank mencapai 15%–20% dari total kinerja perusahaan. Saat ini, bisnis bullion bank masih menjadi bagian dari unit usaha Pegadaian dengan kontribusi di bawah 1%.
“Kalau besar banget nanti, insya Allah kalau sampai 15%, 20% bisa di-spin off. Sekarang masih di bawah unit usaha,” ujar Damar, dilansir dari CNBC News Indonesia, Rabu, 13 Agustus 2025.
Sejak resmi diluncurkan pada Februari 2025, bullion bank mencatat pertumbuhan positif. Total emas kelolaan mencapai 22,25 ton dengan 3,9 juta nasabah. Rinciannya, tabungan emas 13,8 ton, deposito emas 1,35 ton, trading bullion 3,85 ton, dan titipan emas 3 ton. Pegadaian juga mencatat pinjaman modal kerja berbasis emas senilai Rp451 miliar.
Damar menambahkan, perusahaan tengah menyiapkan tahap kedua pengembangan bullion bank yang akan menghadirkan produk turunan baru. Tahap pertama meliputi empat produk utama: deposito emas, pembiayaan modal kerja emas, perdagangan bullion fisik, dan jasa titipan emas.
Popularitas investasi emas terus meningkat di tengah gejolak ekonomi global. Sepanjang 2025, harga emas naik 30% secara year to date dan sempat mencapai rekor tertinggi US$3.500 atau sekitar Rp57,35 juta per troy ounce pada April, melampaui proyeksi J.P. Morgan Research.***









