BERTUAHPOS.COM — Bank-bank China hanya menyalurkan 60 miliar yuan kredit baru dalam mata uang yuan selama Agustus 2026, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Selasa, 15 September 2026.
Angka itu jauh di bawah proyeksi 404 miliar yuan dan menjadi sinyal lemahnya permintaan pembiayaan dari rumah tangga dan perusahaan.
Berdasarkan data People’s Bank of China (PBOC) yang dirilis Senin, pembiayaan agregat meningkat 1,66 triliun yuan.
Capaian itu juga meleset dari median proyeksi ekonom sebesar 2,1 triliun yuan.
Penurunan tersebut tergolong signifikan karena aktivitas kredit biasanya kembali meningkat pada Agustus setelah melemah pada Juli.
Bank umumnya meningkatkan penyaluran kredit untuk memenuhi target kuartalan.
Pertumbuhan kredit China telah melambat tajam sejak 2023.
Posisi kredit untuk ekonomi riil hanya tumbuh 5% secara tahunan pada Agustus, laju terendah yang pernah tercatat.
Tiga tahun sebelumnya, angka itu masih hampir 12%.
PBOC meminta pasar tidak terlalu berfokus pada pertumbuhan kredit sebagai ukuran dukungan moneter.
Bank sentral menilai perubahan struktural ekonomi China, dari sektor properti menuju industri teknologi tinggi, secara alami mengurangi kebutuhan pembiayaan perbankan.
Namun, rendahnya minat konsumen dan perusahaan untuk berutang tetap mencerminkan lemahnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi.
Pada awal tahun ini, pinjaman rumah tangga China mengalami kontraksi untuk pertama kalinya sejak 1995.
“Bank sentral China tampaknya tidak terlalu khawatir dengan berlanjutnya pelemahan pertumbuhan kredit,” kata ekonom China Capital Economics Nguyen Hoang Nam.
Namun, tekanan keuangan yang semakin besar di sektor korporasi China yang memiliki tingkat utang tinggi pada akhirnya dapat mendorong PBOC untuk kembali melakukan pelonggaran moneter.
Pinjaman rumah tangga jangka menengah dan panjang, yang sebagian besar mencerminkan kredit hipotek, menyusut untuk kelima kalinya sepanjang tahun ini.
Pembayaran utang oleh rumah tangga lebih besar dibandingkan pinjaman baru yang mereka ambil.
Pinjaman jangka menengah dan panjang kepada perusahaan, indikator minat dunia usaha untuk berinvestasi, berada kurang dari separuh level tiga tahun lalu.
Di tengah lemahnya permintaan kredit swasta, pemerintah memainkan peran semakin besar.
Penerbitan obligasi pemerintah menyumbang sekitar 1 triliun yuan terhadap total pembiayaan pada Agustus. Kontribusinya sedikit lebih rendah dibandingkan Juli.
Pemerintah pusat dan daerah hingga Agustus telah menggunakan sekitar 68% kuota penerbitan obligasi tahunan, tertinggal dari 76% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan pemerintah berjanji mempercepat pelaksanaan rencana anggaran, peningkatan belanja fiskal dan penerbitan obligasi berpotensi menjadi penopang pertumbuhan kredit China pada sisa 2026.









