BERTUAHPOS.COM — Transaksi pembayaran digital menggunakan QRIS terus meningkat, menurut catatan Bank Indonesia (BI). Tercatat sudah 15 miliar volume transaksi secara kumulatif menggunakan QRIS hingga Juli 2026.
BI menyatakan bahwa QRIS telah menjadi salah satu inovasi dalam sistem pembayaran sehingga berhasil mengubah perilaku masyarakat Indonesia dalam bertransaksi.
“Termasuk saat pandemi Covid-19, saat ekonomi tetap harus berjalan di tengah pembatasan mobilitas masyarakat,” kata Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, dalam sebuah acara di Lampung, sebagaimana dikutip Bertuahpos, Rabu (9/9/2026).
Hingga saat ini, jumlah merchant QRIS telah mencapai 45 juta unit usaha. Hal ini juga mendandakan betapa pesatnya penggunaan QRIS dari semakin luasnya jaringan pedagang yang menerima metode pembayaran tersebut.
Sedangkan jumlah pengguna QRIS telah menembus 67 juta orang dan dipastikan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Filianingsing menyebut bahwa ekosistem pembayaran digital tersebut saat ini didukung oleh 96 bank, 60 lembaga non-bank, dan empat perusahaan switching.
Dia menyebut, perkembangan QRIS tidak hanya terjadi di dalam negeri. Saat ini, sistem pembayaran nasional tersebut telah terhubung dengan sejumlah negara melalui skema QRIS lintas batas atau cross border.
Menurut dia, Indonesia kini telah memiliki konektivitas pembayaran QRIS dengan enam negara, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.








