BERTUAHPOS.COM — Karhutla Sumatra memaksa PT Hutama Karya (Persero) memperketat pengawasan di 3 ruas Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Paparan asap menekan jarak pandang dan mobilitas pengguna jalan di Sumatra bagian selatan.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan 3 ruas terdampak tidak termasuk jalan tol Pekanbaru-Dumai (Permai). Tapi meliputi ruas tol Palembang–Indralaya (Palindra), Indralaya–Prabumulih (Inprabu), serta Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka).
“Kami berharap kebakaran dapat segera tertangani dan kondisi berangsur membaik, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Hamdani dalam keterangannya dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.
Di tengah situasi Karhutla Sumatra, Hamdani menyampaikan pihaknya menyiagakan armada bantuan pemadaman dan memperketat sistem pengawasan di sepanjang jalur terdampak. Langkah itu dilakukan guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Upaya mitigasi mencakup truk tangki air berkapasitas hingga 5.000 liter, kendaraan derek pemadam, pompa alkon, pembaruan selang, dan alat pemukul api (gepyok) pada kendaraan patroli operasional.
Hutama Karya juga mengonsolidasikan penanganan terpadu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, dinas pemadam kebakaran daerah, dan aparat kepolisian setempat.
Koordinasi itu mencakup area ruang milik jalan (rumija) di Kabupaten Lampung Tengah, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, hingga Ogan Komering Ilir (OKI).
“Di tengah situasi ini, kami menyiapkan sarana pendukung pemadaman serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung penanganan di sekitar jalan tol, sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.
HK mengimbau pengendara menyesuaikan kecepatan secara bertahap, menyalakan lampu utama, dan memperlebar jarak aman. Pengendara juga diminta tidak memaksakan perjalanan jika jarak pandang terbatas akibat pekatnya asap.
“Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas. Kami mengajak pengguna jalan untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak memaksakan perjalanan ketika jarak pandang tidak memadai,” katanya.









