• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Saat Usman Harun Meminta Dijadikan Tawanan Perang

Romi J. by Romi J.
10 Maret 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Setelah peristiwa peledakan kawasan padat Singapura, tepatnya di gedung Hong Kong dan Shanghai Bank, Usman Harun ditangkap otoritas Singapura.

4 Oktober 1964, dengan dakwaan melakukan pembunuhan dan membuat peledakan, dua prajurit KKO ini menghadapi Mahkamah Tinggi Singapura.

Namun, Usman dan Harun menolak dakwaan tersebut. Mereka mengatakan ledakan itu adalah misi dari negara Indonesia, dan meminta dijadikan tawanan perang.

Namun, otoritas Singapura menolak untuk menjadikan mereka tawanan perang, dan tetap memperlakukan Usman Harun sebagai teroris.

Keduanya akhirnya dijatuhi hukuman mati. Pemerintah Indonesia berusaha berbagai cara menyelamatkan mereka, termasuk dengan permintaan grasi kepada Presiden Singapura Keturunan Minangkabau, Yusuf bin Ishak. namun Singapura tetap bertahan dengan keputusan mereka.

Akhirnya, pada 17 Oktober 1968, Usman Harun mati dengan cara digantung. Eksekusi ini dilakukan pagi hari pada pukul 06.00 waktu setempat.

Jenazah keduanya diterbangkan ke Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada hari yang sama. Sebagai penghormatan atas jasanya, karena mereka melakukan misinya dengan sukses, Pemerintah Indonesia menganugerahkan keduanya sebagai Pahlawan Nasional.

Hubungan Indonesia-Singapura menjadi renggang sejak saat itu. Hubungan ini kembali cair setelah PM Singapura, Lee Kuan Yew berkunjung ke Indonesia pada tahun 1970. Lee Kuan Yew bersedia ziarah dan menaburkan bunga di makam Usman dan Harun, dikutip dari Tirto.id. (bpc4)

Tags: tawanan perangusman dan harunUsman harun
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Catatan Sejarah 17 Oktober: Eksekusi Mati Usman Harun

...

Read moreDetails

Catatan 16 September: Kelahiran Lee Kuan Yew, PM Singapura yang Tabur Bunga di Makam Usman Harun

Catatan Sejarah 10 Maret: Misi Negara, Marinir Usman Harun Ledakkan Singapura

Catatan Sejarah 17 Oktober: Usman Harun Dieksekusi Mati

Catatan Sejarah 10 Maret: Misi Negara, Usman Harun Ledakkan Singapura

Next Post

Kebakaran Hebat Lalap Pasar SP 1 Tapung Hilir, 2 Orang Suami Isteri Jadi Korban

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.