Waduh, Solar Pekanbaru Bakal Diburu Nih!

Sabtu, 09 Agustus 2014 17:44
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tahap awal penerapan pembatasan solar bersubsidi belum berlaku di SPBU di Pekanbaru. Tanpa pengawasan yang ketat, dikhawatirkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kota Bertuah bakal diserbu pencari solar bersubsidi.

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru, Masirba H Sulaiman kepada bertuahpos.com, Sabtu (09/08/2014).

 
“Ya, kita belum dapat SPBU mana saja yang terkena pembatasan. Jarak Pekanbaru dengan kebupaten lainkan juga tidak begitu jauh, jadi kita khawatir mereka membeli banyak-banyak di Pekanbaru,” sebutnya, saat dikonfirmasi bertuahpos.com.

Jika dilihat dari jumlah SPBU di Riau, lanjutnya, paling banyak jumlah SPBU terdapat di Kota Pekanbaru dengan jumlah sekitar 50 unit yang sehari-hari melayani penjualan bahan bakar minyak bersubsidi baik jenis premium dan biosolar.

 
“Makanya tetap tetap kita awasi, sesuai amanat Walikota Pekanbaru. Kita tetap menurunkan petugas Disperindag di SPBU. Jika dijumpai ada yang membeli Solar dibatas kewajaran maka akan langsung kita proses, tidak ada ampun,” tuturnya, Sabtu (09/08/2014).

Baca: Disnaker Akan Panggil Manajemen Bank Danamon

Seperti yang diketahui 21 unit SPBU dari 134 SPBU di Provinsi Riau itu terkena pemberlakuan pembatasan waktu penjualan bahan bakar minyak bersubsidi. SPBU yang telah diberi stiker dan spanduk sosialisasi kebijakan tersebut hanya dibenarkan menjual Solar Bersubsidi pukul 08.00 Wib sampai 18.00 WIB.

Ke-21 unit SPBU tersebut terdapat tujuh kabupaten/kota dari 12 daerah di Riau seperti Rokan Hulu ada lima unit, kemudian Indragiri Hilir empat unit, lalu Dumai, Indragiri Hulu dan Kampar masing-masing tiga unit SPBU.

Sedangkan dua daerah lagi yakni Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ada dua unit SPBU dan Kabupaten Rokan Hilir terdapat hanya satu SPBU. Sedangkan Kota Pekanbaru, bersama Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kepulauan Meranti, kebijakan pembatasan penjualan solar bersubsidi akan berlaku pada tahap berikutnya. (riki)