• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Siap-Siap, Harga Tekstil dan Mie Bakal Naik.

Tim Redaksi by Tim Redaksi
9 Desember 2013
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM,Jakarta -Sejumlah sektor usaha terkena dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah. Umumnya, dampak negatif dialami industri yang banyak menggunakan bahan baku impor seperti tekstil dan makanan.

Menurut Ade Sudrajat, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), bahan baku utama industri tekstil seperti kapas, benang, dan kain sebagian besar masih diimpor. Dengan pelemahan nilai tukar rupiah, maka biaya impor pun bakal membengkak.

Kenaikan biaya produksi, lanjut Ade, bisa saja dibebankan kepada konsumen apabila produsen sudah tidak lagi mampu menanggung. “Pelemahan nilai tukar rupiah saat ini sangat berpengaruh terhadap harga jual produk tekstil. Bisa naik 20-30 persen,” katanya, baru-baru ini.

Setiap tahun, tambah Ade, nilai impor bahan baku tekstil mencapai sekitar US$ 8 miliar. Bahan baku tersebut didatangkan dari sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, India, Amerika Serikat, Brasil, dan Australia.

Selain bahan baku, barang modal seperti mesin di industri tekstil pun masih diimpor. “Bahan baku dan mesin harus dibayar dengan dolar. Ini berpengaruh kepada daya saing industri,” kata Ade.

Jika harga produk tektil naik, Ade khawatir penjualan di pasar dalam negeri akan menurun. Untuk menyiasatinya, produsen harus menggalakkan ekspor. Namun untuk ekspor pun ternyata tidak mudah.

“Hal yang bisa kami lakukan di tengah situasi yang sulit di dalam negeri adalah ekspor besar-besaran. Janganlah dipersulit, selama ini aturan perpajakan dan kepabeanan yang diutak-atik. Padahal kalau kita dipermudah kita bisa menghasilkan devisa yang besar,” papar Ade.

Ade menyebutkan selama ini pasar ekspor produk tekstil yang cukup besar adalah ke AS dan Eropa. Setiap tahun, nilai ekspor produk tektil mencapai USS 15 miliar.

Industri makanan jadi pun terkena dampak negatif ketika rupiah dalam tren melemah. Werianty Setiawan, Direktur Indofood CBP Sukses Makmur, menyatakan tahun ini saja produk-produk perusahaannya seperti mie instan sudah mengalami kenaikan harga berkisar 5-10 persen. Pelemahan rupiah berpotensi memaksa produsen untuk kembali menaikkan harga jual.

“Apabila harga bahan baku terus meningkat dan rupiah belum menguat tetapi dampaknya masih minim, mungkin perusahaan belum menaikkan harga. Namun jika kenaikannya cukup besar, perusahaan mungkin perlu menaikkan harga,” kata Werianty.
(hds/DES/detik.com)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Hukum Kriminal

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

...

Read moreDetails
Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

4 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh yang Bisa Jadi Lalapan

4 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh yang Bisa Jadi Lalapan

5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Sensitif

5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Sensitif

Indeks IDX Commodity 20 Debut, Didominasi Saham Energi hingga Logam

Indeks IDX Commodity 20 Debut, Didominasi Saham Energi hingga Logam

Next Post

Ini Cara Biar Rupiah Lebih Stabil.

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.