BERTUAHPOS — Kabar bahwa Indonesia akan membatalkan implementasi program biodiesel B50 pada tahun 2026—di tengah tingginya tingkat persediaan global—membuat harga kontrak berjangka minyak kelapa sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026.
Berita itu membuat memicu kehati-hatian pasar sebab prospek permintaan CPO kembali melemah. Indonesia sebelumnya direncanakan akan menaikkan bauran biodiesel dari B40 ke B50 pada 2026. Trader independen yang berbasis di Kuala Lumpur, David Ng dari Iceberg X Sdn Bhd, mengatakan keputusan tersebut meredam sentimen pasar.
“Laporan menunjukkan bahwa implementasi B50 Indonesia yang semula direncanakan tahun ini kemungkinan besar ditunda hingga tahun depan, sementara Indonesia tetap mempertahankan program B40,” ujar Ng dikutip Bertuahpos dari kantor berita Malaysia, Bernama, Kamis, 15 Januari 2025.
Selain itu, tingginya tingkat persediaan turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga CPO. Kelebihan pasokan telah memberi ruang kenaikan harga menjadi terbatas, meski terdapat faktor pendukung lain terhadap pergerakan pasar.
“Persediaan yang tinggi mencerminkan permintaan jangka pendek yang lebih lemah. Hal ini mendorong pelaku pasar bersikap lebih hati-hati dan mempertimbangkan potensi penurunan serapan dalam waktu dekat,” tambahnya.
Stok CPO Malaysia Naik
Data Badan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menunjukkan stok CPO Malaysia pada Desember 2025 naik 4,52% secara bulanan menjadi 1,82 juta ton, meningkat dibandingkan posisi November.
Pada penutupan perdagangan, kontrak CPO Januari 2026 turun RM15 menjadi RM3.950 per ton. Kontrak Februari 2026 melemah RM30 ke level RM4.000 per ton, sementara kontrak Maret 2026 turun RM24 menjadi RM4.040 per ton.
Kontrak April 2026 juga terkoreksi RM20 ke posisi RM4.059 per ton. Sementara kontrak Mei 2026 turun RM14 menjadi RM4.069 per ton, dan kontrak Juni 2026 melemah tipis RM10 ke level RM4.066 per ton.
Dari sisi aktivitas pasar, volume perdagangan turun menjadi 91.936 lot dibandingkan 113.314 lot pada perdagangan sebelumnya. Open interest juga menyusut menjadi 257.760 kontrak dari 260.968 kontrak.
Adapun harga fisik CPO untuk pengiriman Januari di wilayah Selatan Malaysia tercatat turun RM20 menjadi RM4.030 per ton.***
harga CPO









