BERTUAHPOS — Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives kembali menguat pada perdagangan 8 Oktober 2025.
Harga kontrak utama naik menembus RM4.500 per ton, didorong oleh optimisme pasar terhadap berkurangnya produksi dan dukungan kuat dari program biodiesel B50 Indonesia.
Pedagang komoditas, David Ng, mengatakan bahwa kabar uji coba lanjutan biodiesel B50 di Indonesia telah memberikan dorongan besar terhadap sentimen pasar. “Kami melihat level support di RM4.500 per ton dan resistance di sekitar RM4.650 per ton,” ujarnya dikutip dari Bernama.
Kontrak CPO Naik di Semua Bulan Perdagangan
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot Oktober 2025 naik RM62 menjadi RM4.468 per ton, sementara kontrak November 2025 menguat ke RM4.506 per ton.
Untuk bulan Desember 2025 dan Januari 2026, harga masing-masing naik RM75 menjadi RM4.545 dan RM4.563 per ton.
Kontrak Februari 2026 turut meningkat RM69 ke RM4.552 per ton, sedangkan kontrak Maret 2026 naik RM153 menjadi RM4.514 per ton.
Total volume transaksi turut melonjak menjadi 127.995 lot, dibandingkan 55.737 lot pada awal pekan.
Sementara itu, open interest naik ke 277.380 kontrak dari sebelumnya 276.188, menandakan minat investor yang semakin tinggi terhadap komoditas ini.
Di pasar fisik, October South juga mengalami kenaikan RM30 menjadi RM4.470 per ton.
Kenaikan ini menegaskan tren positif harga CPO di tengah ekspektasi berlanjutnya permintaan dari sektor energi terbarukan.***
harga CPO hari ini









