• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pengrajin Tempe Pekanbaru Lega, Kenaikan Dolar Tak Berimbas ke Harga Kedelai

Tim Redaksi by Tim Redaksi
17 Maret 2015
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Menguatnya nilai tukar dollar Amerika  terhadap Rupiah yang menembus angka Rp 13 ribu membuat beberapa sektor ketar-ketir. Diantaranya adalah usaha yang tergantung dengan bahan baku impor, seperti industri tahu dan tempe yang menggunakan bahan baku kedelai impor.
 
Namun sejauh ini perdagangan kedelai dan perajin tempe/tahu masih normal dan belum menaikkan harga dagangannya. Malahan sebagian pedagang kedelai belum mengetahui bahwa nilai dollar mengalami kenaikan.
 
Eli pedagang kedelai mengatakan kepada Bertuahpos.com, “Justru saya tidak tau kalau dollar naik. Soalnya harga masih sama seperti biasanya. Harganya Rp 11 sampai 12 ribu perkilonya. Jika dari pemasoknya telah menaikknan harga, mau tidak mau kami ikut naik.”
 
Hal serupa juga di katakan oleh perajin sekaligus pedagang tempe dan tahu Pasar Kodim, Ade. Ia mengakui lega karena harga bahan baku kedelai masih normal dan tidak berpengaruh pada harga barang produksinya itu.
 
“Sampai sekarang harga masih normal. Tapi jika kedelai mengalami kenaikan, hal yang saya lakukan mungkin memperkecil ukuran tahu dan tempenya,” ujarnya, Selasa (17/03/2015).
 
Sebab untuk menaikkan harga tempe dan tahu, Ade mengaku tidak mungkin lagi. Karena orang lebih memilih tidak makan tempe dan tahu jika harganya terlalu mahal. (nova)
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Alfamart dan Putera Sampoerna Berikan Strategi Pendidikan Karakter Bagi Guru-guru di Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.