Pemerintah Belum Dukung UMKM di Riau

Kamis, 25 Februari 2016 11:39

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Para pelaku pengajin rotan dan anyaman di Provinsi Riau mengeluhkan tidak adanya dukungan dari pemerintah untuk hasil kerajian mereka. Padahal, hasil olahan dari tangan pengrajin itu tenyata memberi daya tarik bagi wisatawan lokal ataupun manca negara.

Hal itu diakui, Saprin, seorang pengrajin rotan di Kecamanatan Rumbai, Pekanbaru, Riau. Kepada bertuahpos.com dia menyebutkan bahwa dukungan pemerintah yang diberi selama ini belum memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hasil kerajinan tangan mereka.

“Produk yang kami buat selama ini masih sebatas dilakukan pemasaran seperti biasa. Tidak ada dukungan lebih dalam bentuk program khusus dari pemerintah setempat,” katanya, Kamis (25/02/2016).

Dia menyebutkan, jika memang Pemerintah Provinsi Riau, atau Pemerintah Kota Pekanbaru ingin meningkatkan hasil produksi kerajinan tangan, para pelaku usaha pengrajin harus dilibatkan secara khusu dan program pemerintah.

Baca: Masak Pakai Gas Bumi, Tak akan Ada Habisnya

Misalnya saja, hasil produksi pengrajin itu dimasukkan dalam paket wisata. Dengan demikian, para pengrajin tidak lagi merasa kesulitan untuk mencari pelanggan. Selama ini, Kata Saprin, para pengrajin di sekitar komplek itu, hanya mengandalkan kunjungan para wisatawan atau masyarakat setempat.

Jika hasil kerajinan itu masuk dalam salah satu paket wisata, maka hasil produksi kerajianan tangan bisa menjadi sarana untuk buah tangan. Sementara untuk kualitas dan daya tarik hasil kerajinan tangan itu tidak diragukan lagi.

“Misalnya, ada wisatawan yang berkunjung ke Riau. Ketika mereka memesan paket perjalan sudah masuk untuk souvenir dari hasil kerajinan tangan,” sambungnya. Saprin mengaku, dia bahkan tidak pernah dapat bagian untuk diikutkan dalam promosi pameran, baik oleh Pemerintah Provinsi Riau ataupun Pemeritah Kabupaten Kota.

Pemerintah Provinsi Riau sendiri mengakui bahwa hasil kerajianan tangan, yang dihasilkan dari pengrajin itu, memang memiliki nilai ekonomis dan daya jual yang cukup tinggi

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Riau, melali Kepala Bidang Penyuluhan dan Promosi Gustini, hasil kerajian itu bahkan cukup diminati, baik dari masyarakat Riau sendri, maupun wisatawan macanegara.

“Daya tarik masyarakat terhadap kerajinan tangan kabupaten dan kota sejauh ini cukup bagus,” katanya. “Buktinya setiap ada pameran antusias pengunjung di pameran kita lumayan banyak,” katanya.

Dia membantah, bahwa Pemerintah Provinsi Riau tidak memberikan dukungan terhadap hasil kerajinan tangan di Riau. Terutama para pengrajin di kabupaten dan kota, agar bisa meningkatkan produktifitas kerajinan tangan dari rotan dan pandan. Bentuk dukungannya, kata Gustini, setiap pergelaran pameran, mereka selalu membawa hasil kerajinan tangan itu untuk dipromosikan.

Penulis: Melba