• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

HIPMI Dorong Pengusaha Kembangkan Industri Hulu Migas

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
9 Februari 2021
industri migas

Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming.

109
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendorong pengusaha khususnya anak muda untuk ikut berkecimpung di industri minyak dan gas (migas), untuk ikut andil dalam mengembalikan kejayaan industri hulu migas.

“HIPMI mendorong pengusaha muda ikut masuk di industri migas, karena agar ada transfer knowledge. Jangan sampai pengusaha asing saja yang eksis, harus ada regenerasi pengusaha migas baru, kita perlu lahir kan Medco-Medco baru dari dalam negeri,” ujar Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Bertuahpos.com, Selasa, 9 Februari 2021.

Dia menjelaskan, program-program seperti pengeboran masif di wilayah kerja Blok Rokan yang akan berakhir di Agustus 2021, pengeboran sebanyak 616 sumur di 2021, rencana pengadaan tahun 2021 yang mencapai USD6,085 miliar, hingga pencapaian target Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) barang dan jasa di tahun 2021 sebesar 57%, merupakan program yang dicanangkan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan para kontraktor kerja sama, yang akan coba direalisasikan di 2021 ini.

“HIPMI mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh SKK Migas dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk membenahi iklim usaha di sektor hulu migas untuk meningkatkan TKDN dan lain sebagainya. Hal tersebut bisa dikerjakan oleh bukan hanya badan usaha milik negara (BUMN) tetapi juga bisa dilakukan oleh pengusaha-pengusaha lokal nasional dan daerah,” ucapnya.

Apabila dianalisa lebih jauh, dari rencana belanja KKKS sebesar USD6,085 miliar, apabila terdapat 57% yang diprioritaskan kepada industri dalam negeri. Maka diperkirakan akan mencapai angka sebesar USD3,468 miliar atau setara dengan Rp48,5 triliun (kurs USD1 = Rp14.000,-).

Kata Mardani, angka ini seharusnya dapat membantu pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya melakukan pembelanjaan negara melalui APBN dan APBD untuk menggulirkan ekonomi di masyarakat.

“Jangan dilakukan oleh pengusaha-pengusaha asing, potensial angka tersebut dari procurement list yang sudah disampaikan oleh SKK itu harus dikolaborasikan oleh pengusaha-pengusaha lokal dan daerah agar ada pemerataan ekonomi,” ungkapnya.

Menurutnya, kesulitan mengenai pencapaian target TKDN tersebut semakin kompleks, di mana saat ini pemerintah juga sedang diminta untuk melakukan efisiensi yang mengakibatkan industri atau perusahaan dalam negeri harus menjadi semakin efisien dalam memproduksi barang-barang yang dihasilkan.

“Dalam hal menjawab amanat pemerintah melalui berbagai ketentuan tersebut di atas, maka dalam rangka mempercepat proses pengembangan industri atau perusahaan dalam negeri yang dapat bersaing dan memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian Indonesia, kelihatannya dibutuhkan peran lebih dari BKPM bersama-sama dengan SKK Migas dan didukung oleh stakeholder lainnya untuk dapat tampil lebih aktif untuk bisa bekerjasama dengan seluruh stakeholder tersebut dan memberikan bimbingan kepada para pelaku industri di dalam negeri,” tuturnya.

Sehingga, Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu menambahkan, dapat mengejar ketertinggalan atas target pencapaian roadmap TKDN yang sudah tertuang dalam Permen ESDM no 15 tahun 2013, serta dapat membuat industri dalam negeri dapat lebih menunjukkan eksistensinya di dalam negeri.

“Peran BKPM, SKK Migas dan para stakeholder lainnya serta dukungan dan niat baik dari para pelaku bisnis di BUMN dan swasta inilah yang perlu kita tunggu,” pungkasnya.

(bpc2)

Tags: Blok Rokanbusinesshimpiindustri migas
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

PI 10% Blok Rokan
Regional

Pj Gubri: Kami tak Puas dengan PI 10% di Blok Rokan

...

Read moreDetails
target produksi migas, pekerja Pertamina Hulu Rokan

Target Produksi Naik 180 Ribu Barel di 2022, PHR Optimalkan 500 Sumur

Produksi Blok Rokan, dbh migas riau 2023

Pemerintah Targetkan Produksi Minyak di Blok Rokan di Atas 200 Ribu Barel di 2023

ESDM Minta Pemprov Riau Segera Selesaikan PI 10% Blok Rokan

Jaga Produksi Migas, PHR Bor Sumur ke 6 di Blok Rokan

stagnasi produksi migas di blok rokan

Jelang Masa Peralihan Blok Rokan, Syamsuar Pastikan Permudah Perizinan

Next Post
kawasan industri halal riau

Syamsuar Minta Pengusaha Muslim Dilibatkan dalam Pengembangan Kawasan Industri Halal

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.