BERTUAHPOS – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali melemah pada penutupan perdagangan 6 Oktober 2025.
Turunnya harga CPO terjadi di tengah harapan meningkatnya produksi serta tekanan dari turunnya harga minyak kedelai di pasar internasional.
Dilansir dari Bernama, analis minyak sawit, David Ng, menjelaskan sentimen negatif juga datang dari pergerakan minyak nabati lain yang cenderung melemah.
“Kami melihat area support di RM4.400 dan resistance di RM4.550,” ujarnya.
Pada perdagangan terakhir, kontrak spot Oktober 2025 turun RM15 menjadi RM4.385 per ton.
Sementara kontrak November 2025 melemah RM10 ke level RM4.408 per ton, dan kontrak Desember 2025 turun RM5 menjadi RM4.437 per ton.
Untuk kontrak jangka menengah, harga CPO Januari 2026 tercatat turun RM4 menjadi RM4.453 per ton.
Februari 2026 juga turun tipis RM1 ke RM4.447 per ton, sedangkan Maret 2026 justru menguat RM9 ke RM4.425 per ton.
Dari sisi volume, total transaksi berkurang menjadi 45.567 lot dibandingkan 62.039 lot pada perdagangan sebelumnya.
Open interest juga menurun menjadi 272.369 kontrak dari 273.808 kontrak pada Jumat lalu.
Di pasar fisik, harga minyak sawit wilayah Selatan Malaysia untuk pengiriman Oktober naik RM10 menjadi RM4.430 per ton.***









